Matatelinga.com, Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak mixed cenderung menguat pada akhir pekan ini. Rupiah pun kini di level Rp13.500an per USD.Melansir Bloomberg Dollar Index, Jakarta, Jumat(27/5/2016), Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di Asia, menguat tipis 9,5 poin atau 0,07 persen ke Rp13.575 per USD. Adapun kisaran harian Rupiah, berada di Rp13.560-Rp13.679 per USD.Sementara Yahoofinance mencatat Rupiah melemah 17,5 poin atau 0,13 persen menjadi Rp13.575 per USD. Menurut yahoofinance, Rupiah bergerak dalam posisi rendah Rp13.558 per USD hingga Rp13.570 per USD. Seperti dilansir dari laman okezone.comAnalis Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta menjelaskan, faktor eksternal mendorong penguatan rupiah, namun inflasi tetap jadi fokus. Rupiah menguat sejalan dengan pelemahan dolar di pasar Asia hingga Kamis sore."Kombinasi antara naiknya harga komoditas serta pelemahan dolar di pasar global terbukti mampu membawa dorongan penguatan tidak hanya terhadap rupiah tetapi juga terhadap aset berdenominasi rupiah lainnya," jelasnya.Menurut Rangga, selain masih menunggu hasil tax amnesty dan peringkat utang S&P, fokus mulai tertuju pada angka inflasi Mei 2016 yang akan datang Rabu mendatang, survei BI memperkirakan inflasi tahunan yang jauh lebih rendah di kisaran 3,2 persen YoY. Inflasi yang rendah akan menambah alasan bagi suku bunga acuan yang lebih rendah lagi di tengah perlambatan PDB."Rupiah berpeluang melanjutkan tren penguatannya pada hari ini," tukasnya.(Fit)