Matatelinga.com, Pasar saham Asia dibuka tetap stabil, karena Wall Street mendapat keuntungan tipis, setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) mulai memberikan petunjuk kapan The Federal Reserve akan menaikkan suku. Di sisi lain, nilai tukar yen kembali menekan pasar ekuitas di Jepang.Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang flat di awal perdagangan. Sementara indeks Nikkei, Jepang, tergelincir 1,3 persen, setelah dolar AS tenggelam ke level terendah dua pekan terhadap yen pasc-pengumuman Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang menunda kenaikan pajak penjualan."Ada isu bahwa pasar sangat kecewa karena PM Abe hanya mengumumkan penundaan terkait pajak penjualan dan tidak secara spesifik menyebutkan akan adanya stimulus fiskal jangka," kata analis strategi mata uang senior di Westpac, Sean Callow. Dilansir dari laman okezone.comSurvei selama 24 jam terakhir juga menyoroti ekonomi global yang lesu, dengan aktivitas manufaktur di Asia, Eropa dan Amerika hampir tidak meningkat. Di sisi lain, serentetan data ekonomi AS gagal mengungkapkan petunjuk baru untuk ketika The Federal Reserve mungkin memilih untuk menaikkan suku bunga, setelah para pejabat bank sentral mengisyaratkan peningkatan datang pada awal bulan ini.The Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks aktivitas pabrik di Amerika naik untuk bulan ketiga berturut-turut pada Mei. Tapi pabrik tampaknya mengambil pengiriman lebih sedikit dari. Data terpisah menunjukkan penjualan mobil Mei mengalami kenaikan.(Fit)