Matatelinga.com, Pemerintah telah menyerahkan draf nota Rancangan APBN Perubahan (RAPBNP) 2016 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam draf tersebut pemerintah kembali mengajukan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang akan disuntikan kepada BUMN.Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai sikap pemerintah terkesan tidak tau malu dengan mengajukan PMN tersebut. Bahkan dalam RAPBNP 2016 pemerintah mengajukkan PMN sebesar Rp68,65 triliun. Nilai tersebut meningkat Rp20,27 triliun dari pengajuan PMN dalam APBN 2016 sebesar Rp48,38 triliun yang kala itu belum disetujui DPR."Seakan tak malu dan tak kapok setelah pada RAPBN 2016 ditolak, PMN diajukan kembali oleh pemerintah," kata Sekjen FITRA Yenny Sucipto di Jakarta, Minggu (5/6/2016).Dilansir dari laman okezone.comMenurut Yenny naiknya pengajuan PMN oleh pemerintah juga berbanding terbalik dengan penurunan perkiraan penerimaan negara yang diajukan pemerintah dalam RAPBNP 2016. Dimana dalam draf RAPBNP 2016 penerimaan negara sebesar Rp1.734,84 triliun atau 95,2 persen dari APBN 2016 yang mencapai Rp1.822,54 triliun."PMN di RAPBNP 2016 mengalami kenaikan meski peendapatan negara mengallami penurunan dari target. Kenaikan PMN terjadi pada PT PLN dan BPJS Kesehatan," imbuhnya.Tercatat pengajuan PMN untuk PLN meningkat dari Rp10 triliun menjadi Rp23,56 triliun. Sementara BPJS Kesehatan kembali diajukan mendapaatkan PMN sebesar Rp6,827 triliun."Berdasarkan catatan FITRA, PLN dan BPJS Kesehatan belum maksimal dalam tata kelola keuangan. Sehingga penambahan pada PMN harus dibarengi dengan perbaikan tata kelola," pungkasnya.(Fit)