Matatelinga.com, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai permintaan tinggi selalu dijadikan kambing hitam penyebab utama harga komoditi pangan yang selalu tinggi menjelang Puasa dan Lebaran."Upacara yang kambing hitam dalam arti selalu diklaim karena permintaan tinggi kemudian harga naik. Kalau begitu tidak signifikan persoalan ini dapat diselesaikan," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di Jakarta.Dilansir dari laman okezone.comMenurutnya, carut marut penyebab harga komoditi pangan yang selalu tinggi di hari raya harus diselesaikan oleh pemerintah. Hal ini menjadi kewajiban pemerintah yang tertuang dalam UU Pangan terkait stabilitas harga pangan."Artinya, jika tugas negara ini gagal dilakukan maka pemerintah dianggap sudah melanggar UU," tuturnya.Tulus berharap, malasah ini ke depannya bisa diselesaikan. Pasalnya, di negara-negara lain moment hari raya justru dijadikan para pedagangnnya memberika diskon-diskon harga."Ini kan anomalai di negara kita. Kita harus selesaikan ini. Jangan sampai negara kita dianggap gagal, karena selama bertahun-tahun tidak bisa menyelesaikan semua ini,"ujarnya.(Fit)