Matatelinga.com, Badan Anggaran DPR telah menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016 yang disusun pemerintah. Selanjutnya, revisi rencana keuangan pemerinitah tahun ini akan dibawa ke sidang paripurna DPR-RI untuk disahkan menjadi APBN 2016."Alhamdulillah, 10 fraksi setuju pada RAPBN-Perubahan pada tingkat I. Rapat ini akan dibawa ke Paripurna," ujar Ketua Banggar DPR-RI Kahar Muzakir saat rapat kerja dengan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (28/6). Dilansir dari laman merdeka.comSedianya, rapat diagendakan pukul 14.00 WIB molor menjadi pukul 21.30 WIB, kemarin. Dan, kesepakatan antara Banggar DPR dan pemerintah diumumkan pada pukul 02.00 WIB dini hari tadi.Berdasarkan kesepakatan, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan defisit APBN-P 2016 ditetapkan sebesar Rp 296,7 triliun atau 2,35 persen."Kami meyakini kebijakan fiskal yang ditetapkan dalam APBN-P ini membantu perekonomian 2016 dan tahun-tahun berikutnya," katanya.Berikut adalah asumsi makro RAPBN-P 2016 yang disetujui:1. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen2. Inflasi sebesar 4,0 persen3. Nilai tukar rupiah Rp 13.500 per USD4. Tingkat suku bunga SPN 3 bulan 5,5 persen5. Harga minyak mentah Indonesia USD 40 per barel6. Lifting minyak sebesar 820 ribu barel perhari dan gas sebesar 1.15 juta barel setara minyak per hari.(Fit)