Matatelinga.com, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan jumlah kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2016 menurun hingga 8 persen dibanding tahun lalu. Hal itu berdasarkan hasil rekapitulasi data Operasi Ramadniya digelar dari 30 Juni hingga 13 Juli lalu. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Hemi Pamurahardjo mengatakan, selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1437 Hijriah, kecelakaan lalu lintas terjadi 2.719 kali. Angka ini menurun dibanding saat musim mudik tahun lalu yang mencapai 2.975 kecelakaan. “Kecelakaan lalu lintas selama masa angkutan Lebaran dari H-6 sampai dengan H+6 turun 8 persen,” katanya, Kamis (14/7/2016). Dilansir dari laman okezone.comSelain itu, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik tahun ini juga diklaim menurun hingga 102 orang atau sekira 17 persen, dibanding pada musim mudik 2015 yang mencapai 606 orang. Jumlah kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2016 diperkirakan mencapai Rp5,5 miliar atau turun 5 persen dibanding capaian tahun lalu. Sementara jumlah pelanggar lalu lintas yang ditilang selama Operasi Ramadniya mencapai 51.384 orang, meningkat 7.953 pelanggar dibanding tahun sebelumnya. “Terkait dengan naiknya tilang, secara umum bisa karena peningkatan pengawasan di lapangan dan menunjukan juga kalau tingkat kepatuhan terhadap aturan lalu lintas masih rendah,” ujar Hemi. Menurutnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sudah mencanangkan angkutan umum Lebaran tahun zero accident, sehingga saat masa persiapannya dilakukan ramp check secara menyeluruh terhadap semua sarana transportasi. “Hasilnya dapat dilihat angka kecelakaan menurun dibanding tahun sebelumnya dan termasuk kecelakaan yang melibatkan angkutan umum,” sebutnya.(Fit)