Matatelinga.com, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia Mirah Sumirat mengkritik Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri telah gagal fokus dalam menyikapi pemberitaan tenaga kerja asing asal China yang masuk ke Indonesia. Hanif membandingkan jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri."Membandingkan TKI yang bekerja di luar negeri dengan tenaga kerja asing di Indonesia adalah hal yang kurang tepat. TKI di luar negeri mengerjakan pekerjaan yang relatif tidak dikerjakan pekerja di negara tersebut," kata Mirah Sedangkan tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia justru mengambil alih kesempatan rakyat Indonesia karena mengerjakan pekerjaan yang bisa dikerjakan pekerja Indonesia. Menurut Mirah, itu hal yang sangat berbeda dan bertentangan.Mirah mengatakan permasalahan utama yang perlu didiskusikan bukanlah berapa banyak tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri, tetapi soal penegakan aturan hukum ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Dilansir dari laman merdeka.com"Membanding jumlah tenaga kerja Indonesia di China dengan tenaga kerja China yang masuk ke Indonesia semakin menunjukkan kegagalan pemerintah dalam memberikan jaminan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia, sesuai amanat Undang Undang Dasar 1945," tuturnya.Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri membantah pemberitaan yang menyebutkan terdapat 10 juta tenaga kerja asal China yang masuk ke Indonesia. Hanif menyatakan angka 10 juta itu adalah wisatawan asal China yang akan datang ke Indonesia.Hanif juga menyatakan bahwa justru tenaga kerja Indonesia yang menyerbu China dan negara-negara lain dengan membandingkan jumlah tenaga kerja asal negara-negara tertentu dan jumlah tenaga kerja Indonesia di negara tersebut.(Fit)