Matatelinga.com, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Malang membantah beras yang didistribusikan untuk warga kurang mampu (raskin) tak layak konsumsi. Kepala Divisi Bulog Malang Arsyad mengatakan, penyaluran beras tersebut selalu berpedoman pada standar yang berlaku. Mulai dari pembelian beras dari petani hingga penyalurannya. Beras yang dibeli Bulog pun berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 5/2015. Di situ mencantumkan jenis beras medium yang dibeli Bulog dari petani. ”Kecuali pemerintah mau memberi subsidi agar kami beli beras komersial jenis premium dengan kisaran harga Rp9.000 hingga Rp10.000, ya kami siap,” katanya kemarin. Menurut dia, Bulog membeli beras jenis medium dari petani dengan harga Rp7.300 per kilogram. Beras ini kemudian disalurkan kepada warga kurang mampu dengan harga Rp1.600 per kilogram. Agar pembagiannya merata, setiap warga hanya berhak atas lima kilogram beras. Dilansir dari laman okezone.comKarena itu, pihaknya mengklarifikasi temuan Komisi B DPRD Kabupaten Malang, di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Rabu (3/8/2016). Komisi B menemukan 500 karung beras siap dibagikan kepada warga setempat dalam keadaan rusak. Setelah diteliti secara seksama, beras tersebut berwarna cokelat. Menurut Arsyad, beras untuk warga selalu dalam pengawasan. Dikatakan, sejak beras mulai digudangkan pemeriksaan terhadap hama penyakit rutin dilakukan. ”Sering kami buka gudang penyimpanan agar udara bisa keluar masuk. Sirkulasi udara ini akan membuat beras tetap segar dan tidak rusak,” paparnya. Arsyad beralasan kondisi beras rusak karena faktor biologisnya. Artinya, jika disimpan tanpa memperhatikan sirkulasi udara akan lembap dan berubah. Dia mencontohkan, beras yang dibeli di pasar kalau disimpan terlalu lama akan berubah dan praktis memengaruhi kualitasnya. Bahkan tambah Asyad, setiap pengeluaran, sebelum disalurkan kepada masyarakat, berastetap dicek kualitas dan mutunya. Anggota Komisi B Hadi Mustofa menegaskan, hasil temuan ini akan dibawa dalam rapat komisi untuk mengambil langkah selanjutnya. Komisi B yang membidani ekonomi dan kesejahteraan akan turun ke lokasi untuk memeriksa semua gudang penyimpanan beras milik Bulog. ”Nanti setelah kami memeriksa gudangnya, baru kami jadwalkan apakah akan memanggil pihak Bulog,” timpal Ketua Komisi B Kusmantoro Widodo.(Fit)