Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Menteri Susi Beri Jaminan Pada Nelayan Melaut Ke Natuna
Perikanan

Menteri Susi Beri Jaminan Pada Nelayan Melaut Ke Natuna

Admin - Senin, 05 September 2016 21:15 WIB
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan jaminan pada nelayan dari Pantai Utara Jawa yang berminat melaut ke Perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau."Sejauh ini tidak ada permasalahan soal keamanan bagi nelayan yang melaut ke Natuna," ujarnya di sela-sela kunjungannya ke Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara (BBPBAP) Jepara, Senin.Dengan catatan, kata dia, nelayan yang melaut ke Natuna harus menggunakan alat tangkap yang ramah terhadap lingkungan karena masyarakat setempat tentu tidak menginginkan adanya kerusakan terhadap laut setempat akibat penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.Dia menegaskan, bahwa masyarakat setempat tidak menginginkan adanya alat tangkap cantrang.Senin (5/9/2016)Menurut dia, nelayan yang memiliki kapal dengan berat lebih dari 70 gross ton (GT) bukanlah kategori nelayan kecil karena penghasilan mereka dalam melaut selama setahun bisa mencapai Rp17-an miliar."Kalaupun hasil tangkapannya sedang lesu, minimal masih bisa mendapatkan penghasilan Rp6 miliar," ujarnya.Dengan demikian, kata dia, untuk berganti alat tangkap bagi nelayan yang penghasilannya mencapai miliaran tersebut merupakan hal mudah.Apalagi, lanjut dia, untuk mengganti alat tangkap diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp200-an juta.Kelonggaran waktu yang diminta nelayan sejak diberlakukannya moratorium pelarangan penggunaaan trawl dan cantrang untuk kapal dengan muatan 30 gross ton (GT) ke atas selama dua tahun dinilai cukup, sehingga ketika diberlakukan kembali maka nelayan harus sudah ganti alat tangkap yang lebih ramah terhadap lingkungan.Dalam rangka mengajak nelayan untuk menggunakan alat tangkap yang ramah terhadap lingkungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga memberikan bantuan alat penangkapan ikan (API) berupa gillnet milenium kepada 12 nelayan di Jepara.Di Jawa Tengah, KKP sudah memberikan bantuan gilnet milenium sebanyak delapan unit di Demak dan 18 unit di Pati.Hal itu sebagai salah satu bentuk komitmen KKP dalam mendukung perikanan Indonesia aman dari kegiatan "illegal fishing", sehingga penangkapan ikan dilaut juga harus benar dengan alat tangkap yang tepat.Selain memberikan bantuan alat tangkap, KKP juga menyerahkan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).Adanya percepatan proses perizinan kapal tersebut merupakan langkah awal untuk membenahi tata kelola perikanan tangkap dan menjalankan "one stop solution" melalui program gerai perizinan yang saat ini tengah digalakkan.Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, sejumlah nelayan di Kabupaten Pati dan Rembang siap melaut hingga ke Natuna, dengan catatan ada jaminan keamanan serta tempat transaksi hasil laut maupun tempat pengolahan hasil laut agar hasil tangkapan mereka bisa dijual di daerah setempat tanpa harus pulang ke daerahnya yang membutuhkan waktu selama beberapa hari.Terkait fasilitas yang diminta nelayan juga sudah dipenuhi oleh KKP, salah satunya disediakannya tempat penyimpanan beku atau "cold storage" serta pelabuhan perikanan. (Fit/okz)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kejatisu Kolaborasi Gelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW)

Ekonomi

Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker agar Lebih Mudah Diakses

Ekonomi

Cuaca Buruk, Ratusan Kapal Ikan Takut Melaut, Harga Ikan Mahal

Ekonomi

Babinsa Imbau Nelayan Waspada Cuaca Ekstrim, Pastikan Keselamatan Melaut

Ekonomi

Abyadi Seregar Mengapresiasi dan Mendukung Penuh Program PHTC Gubsu

Ekonomi

Lima Ratus Sertifikat Halal di Serahkan Walikota Medan Pada Pelaku UMKM