Matatelinga.com, Nilai tukar Rupiah saat ini telah mulai stabil. Hal ini tidak terlepas dari peran pemerintah dan Bank Indonesia untuk mengeluarkan berbagai kelonggaran ataupun pengetatan kebijakan moneter sesuai dengan keadaan ekonomi global.Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, nilai tukar Rupiah diprediksi akan menguat sepanjang tahun 2017 mendatang. Bahkan, Andry memprediksikan Rupiah berada di bawah Rp13.000 per USD."Kita perkirakan kalau sekarang Rp13.100 dari awalnya Rp13.400. Kalau di bawah Rp13.000, mungkin saja, tapi tidak di tahun ini, yakni di tahun depan," jelasnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (9/9/2016).Hal ini juga didukung oleh rendahnya inflasi dan current account deficit yang akan stabil di tahun 2017 mendatang. Belum lagi, terdapat potensi adanya penurunan suku bunga dari Bank Indonesia."Memang inflasi masih akan rendah. Current account deficit tahun depan mungkin hanya 2,4 dan masih aman. Belum lagi ada potensi penurunan suku bunga," jelasnya.Namun, Bank Mandiri meminta kepada OJK untuk tidak melakukan capping terhadap perbankan. Sebab, hal ini justru akan menghambat kegiatan perbankan sehingga akan berdampak pada nilai tukar Rupiah."Lalu bagaimana dengan aturan OJK bahwa harus 75 persen di atas BI Rate? Kalau kami minta jangan di-capping lagi. Tahun depan kalau tidak di-capping bisa menjadi kesempatan untuk menumbuhkan bisnis juga," tutupnya. (Fit/Okz)