Matatelinga.com, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pembangunan Bendungan Bener yang berlokasi di Kecamatan Bener, Kabupaten Purwerejo Jawa Tengah. Dengan memutuskan memulai pembangunannya atau groundbreaking lebih cepat yakni akhir tahun 2017.Demikian disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Tri Bayu Adji dalam Siaran Pers Kementerian PUPR, Minggu (18/9/2016)."Jadi memang targetnya 2018 groundbreaking, namun saya majukan di akhir 2017. Programnya di 2017 secara teknis akan disertifikasi karena semua bendungan harus ikut sertifikasi," ujarnya.Tri mengatakan, desain sudah selesai, namun pihaknya melakukan penambahan pengujian untuk geologinya. Diharapkan pengujian geologi, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) selesai tahun ini."Sekarang desainnya sudah jadi tapi kami merasa kurang mantap di dalam geologinya jadi sekarang sedang dilakukan penambahan pengujian untuk geologi. Saya berharap bahwa geologi, AMDAL dan LARAP-nya tahun ini selesai kami akan koordinasikan dengan (pemerintah) daerah untuk usulan pembebasan lahannya," tutur Tri.Tri melanjutkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang terkena dampak, dan sampai saat ini masyarakat menyambut baik pembangunan Bendungan Bener."Dibutuhkan lahan seluas 400 hektare (ha) dan itu kebanyakan milik masyarakat, sudah disosialisasikan dan masyarakat bisa menerima bahkan menanyakan kapan dibebaskan. Jadi secara prinsip pembebasan tidak ada kesulitan,"ujarnya.Sekadar informasi, total biaya konstruksi Bendungan Bener mencapai Rp1,2 triliun. Bendungan Bener akan mempunyai manfaat mengairi lahan irigasi seluas 15.519 ha, di mana diharapkan jumlah panen dapat meningkat pada area irigasi eksisting seluas 13.579 ha di samping menambah daerah irigasi baru seluas 1.940 ha.Selain itu dapat menyuplai air baku untuk keperluan rumah tangga, kota dan industri sebesar 1.500 liter per detik ke 10 kecamatan di Kabupaten Purworejo, tiga Kecamatan di Kabupaten Kebumen dan dua Kecamatan di kabupaten Kulon Progo. Bendungan tersebut juga mempunyai potensi menyuplai energi listrik sebesar 6 mw selain fungsi lainnya seperti perikanan, pariwisata dan konservasi DAS Bogowonto di bagian hulu. (Fit/Okz)