Matatelinga.com - Total utang pemerintah Indonesia pada Agustus 2016 mengalami kenaikan sebesar Rp78,47 triliun atau 2,3 persen menjadi Rp3.438,29 triliun. Selain itu, utang yang berasal dari pinjaman luar negeri naik juga menjadi Rp749,33 triliun. Adapun pinjaman luar negeri bulan sebelumnya, adalah Rp726,83 triliun.Adapun pinjaman luar negeri yang diambil oleh Kementerian dan BUMN, mencapai USD18,82 miliar atau sekira Rp244,66 triliun jika mengacu kurs Rp13.000 per USD. Saat ini, pinjaman yang sudah diambil telah mencapai USD7,04 miliar atau sekira Rp91,52 triliun. Rabu (21/9/2016)Pinjaman tersebut, paling besar diajukan oleh Kementerian PUPR sebesar USD4,96 miliar dengan USD1,87 miliar sudah ditarik, sementara yang kedua adalah Kementerian Pertahanan sebesar USD3,81 miliar dengan penarikan sebesar USD2,664 miliar. Posisi selanjutnya, adalah Kementerian Perhubungan sebesar USD2,376 miliar, baru tertarik USD471,2 miliar. Untuk posisi keempat, yakni Kemenristek Dikti sebesar USD1,02 miliar dengan jumlah tertarik USD294,7 miliar dan posisi kelima yakni Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) sebesar USD508,6 miliar dengan penarikan pinjaman sebesar USD342,8 miliar.Sedangkan BUMN yang mendapatkan pinjaman dari luar negeri yakni PT PLN sebesar USD4,144 triliun dengan penarikan pinjaman telah mencapai USD522,8 miliar, PT Pertamina memiliki komitmen pinjaman sebesar USD561,9 miliar dengan realisasi USD162,2 miliar, PT SMI memiliki komitmen pinjaman sebesar USD100 miliar dengan realisasi USD99,88 miliar dan PT PII memiliki komitmen pinjaman USD29,6 miliar dengan realisasi US1,75 miliar. (Fit/Okz)