Matatelinga.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM bakal menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan berlaku 1 Oktober 2016. Evaluasi harga BBM ini dilakukan setiap tiga bulan untuk harga BBM jenis premium dan solar subsidi sesuai dengan Permen ESDM No 39 Tahun 2015.Nantinya, harga Premium turun sekira Rp300 per liter dan harga Solar akan naik Rp600 per liter. Penghitungan ini sesuai harga MOPS yang berlaku dan kurs dolar Amerika serta harga minyak.Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, yang jadi permasalahan adalah untuk solar penggunaan terbesar adalah sektor transportasi di mana jika ada kenaikan harga solar maka secara otomatis akan ada penambahan beban operasional yang berakibat terjadinya kenaikan ongkos angkut."Hal ini jelas akan menyebabkan harga kebutuhan bahan pokok akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Belum lagi harga barang-barang lain yang pasti akan tergerek naik sehubungan dengan kenaikan harga solar tersebut. Ongkos transportasi umum pasti akan mengalami kenaikan juga," kata Mamit di Jakarta, Jumat (30/9/2016).Mamit menambahkan, hal ini juga akan menambah beban hidup masyarakat kecil di tengah situasi ekonomi kita yang terus menurun. Hal ini bisa menyebabkan inflasi yang cukup tinggi dan akan berdampak dengan meningkatnya jumlah rakyat yang semakin tidak mampu.Memang, seharusnya Premium mengalami penurunan harga sebesar Rp300 per liter, tetapi penurunan tersebut tidak akan berdampak terhadap penurunan harga barang dan kebutuhan pokok. Saat ini justru terjadi tren penurunan pengguna Premium di mana sudah banyak yang beralih ke Pertalite dan Pertamax di mana pengguna kedua produk tersebut sudah 45 persen dari total konsumsi gasoline."Jadi dampak penurunan Premium tidak akan terlalu signifikan, karena selama ini yang terjadi adalah jika harga BBM naik maka harga barang pasti akan naik, namun tidak sebaliknya jika harga BBM turun tidak diikuti oleh penurunan harga barang," imbuhnya.Melihat kondisi enam bulan terakhir di mana Pertamina mengalami keuntungan dari selisih harga BBM Penugasan yang cukup besar karena masih lemahnya harga minyak dunia saat itu di mana Pertamina mengalami keuntungan sebesar Rp8,3 triliun, maka dana tersebut bisa digunakan sebagai bantalan untuk tidak menaikan harga solar untuk jangka waktu tiga bulan ke depan. (Fit/Okz)