Matatelinga.com - Berdasarkan pengalaman semasa bangku kuliah di jurusan kesehatan masyarakat, singkong sangat baik sebagai sumber karbohidrat yang rendah lemak dan non kolesterol. Selain itu singkong melimpah penjualannya di sejumlah pasar. Syarif dan adiknya dalam sehari memproduksi 5 kilogram (kg) keripik.Untuk menciptakan makanan yang sehat, Syarif mencuci hingga dua kali usai dikupas. Selanjutnya hasil kupasan ini digoreng. Menunggu keripik didinginkan, Syarif mulai meracik bumbu dengan bahan alami seperti cabai, bawang, jeruk kunci dan beberapa rempah lainnya. Kemudian bumbu diblender untuk kemudian digoreng. Setelah itu mulai dilakukan pencampuran bumbu dan keripik singkong.“Agar tahan lama dibungkus dengan rapi dan menarik, produk singkong ini dijual beragam mulai Rp1.000 hingga Rp50.000 dengan omzet mencapai Rp3-Rp5 juta per bulan,” kata Syarif di Palembang.Salah satu pelanggan singkong pedas, Naisy mengakui keunikan rasa singkong yang tanpa bahan pengawet. “Namun dengan harga terjangkau, merekapun terkadang banyak yang menjadi reseller,” sambungnya.Untuk memajukan usahanya, Syarif berharap diberi bantuan modal dari pemerintah setempat, sehingga ia memenuhi semua pesanan sekaligus membuka lapangan kerja. Singkong merupakan makanan yang memiliki kandungan gizi dan manfaat bagi kesehatan. Di tangan seorang sarjana kesehatan masyarakat, Syarif Hidayatullah, singkong dikreasi menjadi keripik pedas yang menyehatkan. Usaha ini menjadi peluang bagi Syarif untuk menjadi sumber penopang ekonomi keluarga, karena kini produknya laris manisKeripik singkong super pedas dan menyehatkan dikemas secara higienis dan menarik. Keripik singkong kreasi Syarif kini menjadi pendulang Rupiah dan diproduksi di rumahnya di Rusun 24 Ilir, Palembang. Dengan bahan baku utama singkong, Syarif menyulapnya menjadi keripik singkong.(Mtc/Okz)