Matatelinga.com - Untuk diketahui, dalam laporan "Prospek Pasar Komoditas" kuartalan terbaru, pemberi pinjaman yang berbasis di Washington itu memperkirakan harga minyak mentah pada 2017 akan mencapai USD55 per barel, meningkatkan proyeksinya dari USD53 per barel pada Juli. Naiknya proyeksi untuk harga minyak pada 2017 lantaran anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berniat membatasi produksinya akan memberikan dampak terhadap kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk keperluan lokal.Namun, pengamat energi Iwa Gurniwa menilai, dengan subsidi yang sudah ditetapkan pemerintah masih mampu membackup harga BBM di Indonesia. Sehingga, lanjutnya, kenaikan harga minyak dunia 2017 tidak terlalu signifikan.[adsesne]"Dari naiknya harga minyak mentah, ada keuntungan bagi pemerintah terhadap pendapatan APBN yang akan bertambah dari penjualan minyak," ujarnya kepada Okezone, Jakarta.Dari pendapatan APBN yang meningkat itu, dirinya menilai, sebagian bisa dialokasikan untuk penambahan subsidi. Hal tersebut agar dapat menjaga kenaikan BBM untuk lokal agar tidak terlalu menekan."Subsidi bisa dipertahankan melalui pendapatan ekspor," katanya lebih lanjut.(Mtc/Okz)