Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kenapa Rupiah Tunduk Pada Dolar AS dan Dolar Australia

Kenapa Rupiah Tunduk Pada Dolar AS dan Dolar Australia

Admin - Rabu, 16 November 2016 07:18 WIB
google
Matatelinga.com - BPS mencatat, Rupiah terdepresiasi sebesar 0,44% terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2016. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah Rupiah terhadap Dolar AS terjadi pada minggu ketiga Oktober 2016 yang mencapai Rp13.008,52 per USD. Sementara itu, menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mencapai Rp13.300,00 per USD pada minggu pertama Oktober 2016. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar Rupiah kompak mengalami pelemahan terhadap 2 mata uang utama pada Oktober 2016 lalu. Hal ini juga berkaitan dengan gejolak ekonomi global hingga ekspor dan impor pada berbagai negara."Tapi pelemahan ini masih normal. Jadi biasa saja," kata Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta.Selain itu, Rupiah juga terdepresiasi sebesar 0,48% terhadap dolar Australia pada Oktober 2016. Level terendah rata-rata nasional kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Australia terjadi pada minggu ketiga Oktober 2016 yang mencapai Rp9.942,27 per Dolar Australia. Sedangkan menurut Provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yang mencapai Rp10.045,50 per Dolar Australia pada minggu ketiga Oktober 2016.Namun, BPS mencatat bahwa nilai tukar Rupiah mengalami penguatan terhadap 2 mata uang lainnya, yaitu terhadap Yen Jepang dan Euro.Menurut Suharyanto, Rupiah terapresiasi 2,99% terhadap Yen Jepang pada Oktober 2016. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah Rupiah terhadap Yen Jepang terjadi pada minggu keempat Oktober 2016 yang mencapai Rp124,32 per Yen Jepang.Adapun menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mencapai Rp117,50 per Yen Jepang pada minggu keempat Oktober 2016.Rupiah juga terapresiasi sebesar 2,40% terhadap mata uang Euro pada Oktober 2016 lalu. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah Rupiah terhadap Euro terjadi pada minggu keempat Oktober 2016 yang mencapai Rp14.154,05. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Sumatera Barat yang mencapai Rp13.950,00 per Euro pada minggu keempat Oktober 2016.(Mtc/Okz)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Sektor Keuangan dan Konsumsi Wall Sreet Melemah

Ekonomi

Kontrak emas yang paling aktif Apa..?

Ekonomi

Tokyo Mulai Buka Saham Lebih Tinggi