Matatelinga.com - Setelah sempat menyentuh Rp13.700 per USD pada akhir pekan lalu, hari ini Rupiah masih bergerak pada level Rp13.300 per USD. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam kurun waktu beberapa hari terakhir masih mengalami volatilitas.Salah satu faktor pendorong gejolak nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS adalah pemilihan presiden (Pilpres) AS pada pekan lalu. Menurut Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih, hal ini adalah sentimen sementara yang terjadi akibat para pelaku pasar masih menunggu program dan kebijakan Donald Trump yang berhasil memenangkan Pilpres AS."Ini hanya dampak sementara. Pasar masih menunggu program Trump ke depannya seperti apa," kata Lana kepada Okezone.Menurutnya, nilai tukar Rupiah masih berpotensi mengalami volatilitas hingga akhir tahun 2016 mendatang. Kemungkinan, Rupiah juga masih bergejolak pada awal tahun sebelum adanya kepastian program dari Donald Trump."Masih sampai akhir tahun, atau mungkin sampai ada kepastian program dari Trump," tuturnya.Namun, pelaku pasar tak perlu terlalu khawatir dengan efek dari keadaan politik AS. Sebab, dampak bagi ekonomi Indonesia hanya akan bersifat sementara."Jadi ini hal biasa. Tanpa adanya faktor Pilpres AS, akhir tahun juga kan ada pelemahan. Jadi ini hanya bersifat sementara," akunya. (Mtc/Okz)