Matatelinga.com - Hanya isu belaka, gerakan rush money atau penarikan uang secara besar-besaran dari perbankan. Kendati demikian, apabila hal itu benar-benar terjadi, dampaknya tidak akan terlalu besar terhadap ekonomi negara."Kita pikir cuma isu aja, ya, yang katanya mau rush dana. Cuma isu yang berkembang, karena pelaku pasar, masyarakat cukup pintar, artinya tidak ada krisis berarti pada perekonomian kita sehingga orang nggak perlu rush," ujar Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee kepada Okezone.Menilai perekonomian Indonesia yang cukup baik, dirinya mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya krisis seperti yang dihembuskan oleh isu rush money."Jadi kan kalau ada krisis orang takut bank bangkrut jadi orang perlu rush. Jadi pada kasus kita kan nggak ada krisis nggak ada masalah, itu yang pertama," sambungnya.Yang kedua, lanjut Hans, ada penjaminan dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, pemerintah menjamin keamanan keuangan masyarakat yang disimpan di perbankan."Sampai Rp2 miliar kan uang kita diterbangkan. Artinya selama uang kita di bawah Rp2 miliar kalau terjadi sesuatu terhadap perekonomian uang kita nggak akan hilang. Jadi kalau misalnya duit kita di Rp2 miliar itu kalau banknya bangkrut duit kita masih bisa dibayar," kata Hans. (Mtc/Okz)