Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pemerintah 2017 Targetkan Capai 7%

Pemerintah 2017 Targetkan Capai 7%

Admin - Minggu, 11 Desember 2016 09:31 WIB
google
Matatelinga.com -  Kerjasama bisnis antara Group Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo dan Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump, diyakini akan menjadi sentimen positif bagi dunia usaha, khususnya dunia hiburan.Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menyentuh angka 7% pada 2019. Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi ini, pemerintah disarankan melakukan beberapa hal.Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku bahagia dengan kinerja Ditjen Bea Cukai. Menurutnya, kinerja Ditjen Bea Cukai telah menunjukkan peningkatan.Ketiga berita tersebut, merupakan berita-berita yang populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya, Cara Kabulkan Mimpi Ekonomi Indonesia Capai 7%Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menyentuh angka 7% pada 2019. Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi ini, pemerintah disarankan melakukan beberapa hal.Pengamat Ekonomi Wahyoe Soedarmono merincikan, hal pertama yang harus dilakukan adalah meningkatkan produktivitas. Dia menuturkan, saat ini rasio investasi terhadap PDB sebesar 32% dan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%. Rasio tersebut harus meningkat menjadi 44% untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 7%."Produktivitas yang tinggi akan memungkinkan kebutuhan investasi untuk menumbuhkan ekonomi sebesar 7%, dapat dibiayai oleh tingkat tabungan nasional yang terbatas. Pada akhirnya pertumbuhan ekonomi akibat meningkatnya investasi tidak akan berdampak pada peningkatan defisit neraca transaksi berjalan yang dapat menimbulkan instabilitas makro ekonomi," paparnya di Jakarta.Kemudian, pemerintah harus meningkatkan proporsi tabungan nasional terhadap PDB. Dia menyebut porsi tabungan nasional kini hanya 33%. Dia menyarankan pemerintah mendorong porsi tabungan menjadi 44% pada 2019.Dia menilai salah satu upaya meningkatkan porsi tersebut bisa dengan menggunakan program tax amnesty maupun program inklusif keuangan."Peningkatan inklusif keuangan merupakan salah satu agenda penting setidaknya dalam satu dekade ke depan, agar Indonesia dapat terhindar dari perangkap negara pendapatan menengah atau middle‎ income trap," ucapnya.Di sisi lain, perlu adanya peningkatan ekspansi fiskal melalui belanja pemerintah. Kendati demikian, dia menyarankan pemerintah lebih hati-hati dalam memilih sektor-sektor strategis untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan."Sektor-sektor yang perlu mendapatkan prioritas belanja pemerintah seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Selain itu, usaha-usaha untuk meningkatkan iklim bisnis yang kondusif, baik melalui deregulasi ‎mau pun penguatan kualitas birokrasi dan aspek tata kelola institusional masih akan diperlukan," tukasnya. (Okz)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Dibanderol, Harga Emas Naik Rp599 Ribu/Gram

Ekonomi

Harga Emas Mengalami penurunan cukup Dalam

Ekonomi

Harga Emas Menjalang Pergantian Tahun

Ekonomi

Dollar Melemah, Harga Emas Melonjak

Ekonomi

Emas 1 Gram turun Rp 200

Ekonomi

Harga Emas Mengalami Penurunan