Matatelinga.com - Bank Indonesia (BI) telah resmi meluncurkan desain baru pada mata uang Rupiah. Terdapat 12 gambar pahlawan nasional yang telah disiapkan. Gambar pahlawan ini diabadikan sebagai gambar utama dalam mata uang Rupiah.Menjelang Hari Raya Natal, harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah mulai merangkak naik. Terutama komoditas cabai yang kini tengah mahal lantaran curah hujan cukup tinggi.Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di musim libur selalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Menjelang libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 nanti, perlu kesiapan untuk menyediakan BBM agar tidak mengalami kekosongan.Ketiga berita tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone.com. Untuk itu, kembali disajikan berita-berita tersebut secara lengkap.Sebar Eselon I hingga ke Papua, Ini Bisikan ke Mendag Soal Harga Jelang NatalMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meyakini, tidak ada kenaikan harga di seluruh komoditas pangan. Dia mengaku sudah menugaskan pegawai tingkat Eselon I untuk mengecek ketersediaan barang dan harga bahan pokok di seluruh Indonesia."Seluruh komoditas pangan enggak ada gejolak harga kami semua sudah cek dari pasar-pasar besar bukan hanya di Jakarta, Eselon I sudah disebar semua Provinsi sampai Papua," tegas Enggar di kantornya.Dia mengakui saat ini memang ada sedikit kenaikan harga cabai. Tapi kenaikan cabai, kata Enggar, karena faktor iklim saja.Dirinya berani memastikan tidak ada lagi spekulan yang berani memainkan harga bahan pangan. Sebab, saat melihat gejolak harga pangan dia akan langsung menindak tegas spekulan."Jadi kita melihat stok dan kondisi harga, ada bergerak sedikit kita undang distributornya, jangan sampai jadikan spekulasi, kalau jadi spekulasi maka ada konsekuensi bagi produsen dan distributor," tukasnya.Sambut Natal dan Tahun Baru, Jonan: Listrik dan BBM Tak Ada MasalahMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak cukup untuk memenuhi kebutuhan di libur akhir tahun 2016 nanti. Dia mengatakan, cadangan BBM untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di musim libur sudah cukup baik."Kesiapan kelistrikan dan BBM, untuk stok Natal, Tahun Baru tidak ada masalah. Pertamina siap, AKR (PT AKR Corporindo) juga siap, juga PLN saya kira siap, terutama di wilayah yang ada perayaan Natal dan Tahun Baru yang lebih besar dari biasanya. Sudah disiapkan," katanya di Kementerian ESDM.Jonan pun merincikan ketersediaan cadangan BBM untuk kesiapan Natal dan Tahun Baru nanti. Dia mengatakan BBM untuk jenis Premium jumlah cadangan cukup untuk 19,44 hari, untuk minyak tanah cukup untuk 57 hari."Pertama 16 hari, Pertamax Turbo 31 hari, Pertamax Dex 31 hari, Avtur 27,7 hari. Kalau ada lonjakan pun saya kira tidak akan ada masalah," tambahnya.Rupiah Baru, Koin Tak Diminati Tapi DibutuhkanEkonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, setelah meluncurkan desain baru Rupiah, BI diminta untuk tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat pada uang logam atau koin. Jumlah uang koin pun diharapkan dapat ditambah agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat."Uang koin juga harus ditambah. Jangan dikurangi. Meskipun tidak begitu diminati masyarakat tapi itu dibutuhkan," ujarnya kepada Okezone.Menurutnya, uang koin ini juga dapat menentukan daya beli masyarakat. Sebab, apabila tidak terdapat di pasaran, maka terdapat kemungkinan uang kembalian hanya ditukarkan dengan barang. Padahal, seharusnya uang kembalian dalam berbentuk koin dapat digunakan untuk kebutuhan utama lainnya."Jadi itu mempengaruhi daya beli. Kalau Rp200 dan ada lima kali kembalian kan sudah Rp1000. Itu bisa meningkatkan daya beli," tukasnya. (Mtc)