JAKARTA - Matatelinga: Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Perum Peruri, serta desainer uang rupiah, rencananya akan dilaporkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke polisi. Mereka dianggap bertanggung jawab karena menyertakan logo palu arit dalam uang Rupiah.Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendapat keluhan dari pedagang pasar soal mahalnya harga cabai rawit merah. Pedagang mengeluhkan harga cabai rawit merah meroket hingga Rp100.000 per kilogram (kg).Di sisi lain, Kementerian Keuangan telah memutuskan untuk menaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penyerahan hasil tembakau dari 8,7% menjadi 9,1%. Para pelaku industri rokok pun merasa kecewa atas kebijakan tersebut. Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Kretek Indonesia (Gappri) Ismanu Sumiran bahkan merasa diakali oleh pemerintah terkait kenaikan PPN rokok tersebut.Ketiga berita tersebut, menjadi berita-berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal Okezone Finance. Untuk itu, kembali disajikan berita-berita tersebut secara lengkap.Uang Rupiah Dilaporkan FPI, Menkeu Siap Koordinasi dengan BIImam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab berencana melaporkan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Perum Peruri, serta desainer uang rupiah ke polisi. Mereka dianggap bertanggung jawab karena menyertakan logo palu arit dalam uang Rupiah.Menanggapi laporan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku siap berkoordinasi dengan Gubernur Bank Indonesia (BI). Sayangnya Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini enggan membeberkan lebih jauh mengenai langkah pemerintah menghadapi rencana laporan terebut."Nanti kita dengan BI koordinasikan saja," singkatnya saat ditemui di Kementerian Pertahanan.Diberitakan sebelumnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab berencana melaporkan Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Agus Marto mengenai logo palu arit dalam uang rupiah Tahun emisi 2016."Kenapa? Karena Gubernur BI dan Menkeu tanda tangan di uang itu. Artinya mereka bertanggung jawab. Di samping itu, Peruri sebagai pencetak uang ini akan kita laporkan. Termasuk desainernya yang kita minta polisi mendalami itu semua," kata Rizieq di Ruang Pimpinan DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu 11 Januari 2017.Rizieq menyampaikan aspirasi terkait ketidakadilan polisi sebagai penegak hukum kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait dengan viral uang Rp100 ribu edisi lama. Dalam uang tersebut, menurutnya terdapat logo BI yang mirip simbol palu arit yang identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). (Mtc/Okz)