Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Membangkitkan Perekonomian Masyarakat
Peluang dan Tantangan Tambang Emas Martabe

Membangkitkan Perekonomian Masyarakat

- Minggu, 14 Mei 2017 09:02 WIB
Foto : Internet
Tambang Emas Martabe
Oleh : James P. PardedeTAMBANG emas yang beroperasi secara illegal pasti tidak akan bertahan lama karena tidak dikelola dengan profesional, tidak memperhatikan aspek lingkungan dan cenderung melakukan penggalian secara berpindah-pindah tanpa pernah mempertimbangkan dampaknya dikemudian hari. Kehadiran tambang emas Martabe dibawah naungan PT Agincourt Resources yang beroperasi di Batang Toru, Tapanuli Selatan menjadi salah satu jawaban masuknya investasi ke Sumatera Utara dan memiliki komitmen untuk membangkitkan perekonomian masyarakat disekitarnya.Saat pulang kampung ke Mandailing Natal beberapa waktu lalu, ada yang menggelitik saat saya berbincang-bincang dengan masyarakat di sana. Topik hangat dan menarik yang selalu jadi perbincangan masyarakat pada waktu itu adalah penambangan emas secara liar di kawasan hutan Kabupaten Mandailing Natal. Lokasi penambangan tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya. Lokasi ini bisa ditempuh dengan bersepeda motor, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki.Beberapa nama yang telah berhasil mendapatkan emas dan meraih keuntungan sampai puluhan dan ratusan juta rupiah terucap. Jauh di lubuk hati saya waktu itu, terlintas satu keinginan untuk ikut terjun dan mencoba keberuntungan siapa tau saya juga bisa dapat emas. Tapi itu hanya keinginan di dalam hati dan tidak diungkapkan secara langsung kepada orang tua. Mendengar dan menyaksikan para penambang liar menjadi orang kaya baru, punya rumah bagus dan mobil baru, ada juga informasi yang menggiurkan bahwa dalam 1 karung bijih emas bisa menghasilkan 1 kg emas, masuk akal jika banyak warga lokal yang tergiur ikut menambang. Apalagi Muspida setempat tak serius melakukan penertiban.Melintasi jalan menuju lokasi tambang melewati Desa Tambiski, Humbang Satu dan Tarutung Panjang. Lokasi penambangan ada di Kecamatan Naga Juang Madina, beberapa tempat di sisi kiri dan kanan jalan yang dijadikan sebagai tempat pemisahan biji emas dari batu, pasir dan tanah (mesin galundung). Saya melihat proses pemisahan emas dari bebatuan, yang menurut salah seorang pekerja bisa memakan waktu sampai berjam-jam. Orang-orang yang telah berhasil mendapatkan keuntungan dari penambangan itu menjadi trending topik pembicaraan di seantero Kecamatan Naga Juang. Sempat juga saya hampir emosi ketika ibu saya membandingkan penghasilan saya dengan penambang emas liar itu. Saya pun mulai memberikan argumentasi positif kepada ibu saya, bahwa penambangan secara liar itu merusak lingkungan.Keuntungan yang diperoleh juga hanya keuntungan sesaat karena mereka melakukan penambangan secara liar yang sewaktu-waktu bisa dihentikan ketika pemerintah dan aparat berwenang melakukan tindakan tegas. Atau ketika musibah longsor terjadi dan memakan korban. Berdasarkan informasi dari masyarakat yang menambang, sebelumnya tambang emas yang dilakukan PT SM sejak 1998 memperoleh izin dari Presiden RI (waktu itu) HM Soeharto. Hingga saat ini, kabarnya perusahaan tambang ini belum berproduksi, walaupun dikabarkan sudah menanamkan investasi dalam jumlah tidak sedikit.Tak berlangsung lama, Februari 2013 lalu, kawasan tambang ini longsor dan memakan korban. Lubang-lubang yang dibuat penambang telah memakan korban, karena tidak resmi dan mereka hanya memiliki pengaman seadanya. Gambaran dan pengamatan langsung ke lokasi tambang ini membuat saya jadi bingung, mengapa begitu banyak orang yang tak sadar telah mengorbankan nyawanya hanya untuk mendapatkan sedikit emas.TANTANGAN DAN PELUANGPelajaran makin banyaknya tambang emas liar yang merusak lingkungan membuat pemerintah secara serius mendukung masuknya investor ke Sumut terutama dalam sektor pertambangan. Kehadiran PT Agincourt Resources seperti disampaikan Gubernur Sumut H T Erry Nuradi saat meninjau langsung stand Tambang Emas Martabe pada acara Pekan Inovasi Sumatera Utara (PISU) 2017 di Lapangan Merdeka Medan memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan roda perekonomian di daerah."Proses ekplorasi dan eksploitasi emas tidak hanya mempertimbangkan dampak lingkungan semata, tapi juga memperhatikan manfaat bagi masyarakat disekitarnya. Tambang Emas Martabe harus berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah konsesi. Baik sejahtera dalam bentuk tingkat perekonomian, peningkatan kualitas pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat," kata Gubsu H T Erry Nuradi dalam sebuah kesempatan.Peluang Tambang Emas Martabe ini ke depan adalah bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Data yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Tambang Emas Martabe berkontribusi terhadap penciptaan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Kabupaten Tapanuli Selatan sebesar Rp 1,24 triliun sepanjang 2010-2015. Sementara itu, kontribusi Agincourt untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp 4,7 triliun terhadap PDRB Provinsi pada periode yang sama.Hal ini sesuai  Laporan Akhir Analisis Dampak Ekonomi dan Fiskal Tambang Emas Martabe yang dilakukan LPEM-FEBUI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia). Survei lapangan LPEM-FEBUI yang bekerjasama dengan FEB-USU (Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Sumatera Utara) di 2015 lalu, dilakukan terhadap kondisi sosial-ekonomi di 10 desa lingkar tambang, di Batang Toru."Sebagai perusahaan tambang yang bertumbuh dan berkembang secara berkelanjutan bersama masyarakat di wilayah operasional, hasil studi ini memberikan data-data terukur yang menunjukkan Tambang Emas Martabe memberikan kontribusi substansial terhadap laju perekonomian di Batangtoru, dan Sumatera Utara," kata Presiden Direktur PT Agincourt Resources Tim Duffy.Laporan studi Analisis Dampak Ekonomi dan Fiskal ini, lanjut Duffy menegaskan pandangan bahwa produksi dan penciptaan lapangan pekerjaan yang meningkatkan pendapatan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Sementara untuk tantangan ke depan adalah Tambang Emas Martabe harus benar-benar dalam memegang komitmennya untuk berpartisipasi dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Tambang Emas Martabe juga harus berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, pelatihan dan pengembangan kapasitas petani, kaum perempuan dan pemuda remaja serta  pembangunan infrastruktur di 15 desa lingkar tambang untuk meningkatkan akses dan kualitas kehidupan masyarakat. Upaya penyelamatan lingkungan secara berkelanjutan juga menjadi bagian dari perjalanan perusahaan ke depan."Tambang Emas Martabe terus mengimplementasikan komitmen keberlanjutan untuk sukses mengelola beragam pencapaian, termasuk operasi yang aman dan efisien, dampak lingkungan, serta memastikan bahwa keberadaan kami memberikan manfaat sosial positif jangka panjang bagi para pemangku kepentingan setempat hingga bertahun-tahun ke depan," tandas Tim Duffy.Komitmen perusahaan untuk mensejahterakan dan melibatkan masyarakat sekitar adalah langkah positif dalam memberdayakan putra daerah sekitar pertambangan. Tidak hanya permasalahan mendapat keuntungan dan bagi hasil, Tambang Emas Martabe dalam perjalanan usahanya memiliki tantangan dan peluang yang seiring waktu menjadikan tambang ini bisa eksis.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Cerita Salwa, Siswa MAN IC Tapsel Penerima Beasiswa Martabe Lulus SNBP di UGM

Ekonomi

Satuan Brimob dan Ditkrimsus Polda Sumut Turun Lokasi Tambang Emas Madina Tapsel, ini Hasilnya

Ekonomi

Brimob Hadir Menjaga Harapan Warga Batang Toru Tapsel

Ekonomi

Jadi Dalang Kasus Tambang Ilegal, WNA China Didakwa Curi Peledak Demi Olah Bijih Emas

Ekonomi

Brimob Polda Sumut Kawal Normalisasi Sungai Garoga, Wujudkan Lingkungan Aman dan Hunian Layak

Ekonomi

Diserahkan ke Jaksa, Terungkap Kejahatan WNA China Liu Xiaodong Otak Pelaku Pencurian Emas Rp 1,02 Triliun