Matatelinga - Jakarta, Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) menyebut sampai saat ini produk kayu dan rotan Indonesia banyak didominasi oleh negara-negara Eropa, Amerika Serikat, kawasan Timur Tengah dan Jepang.Ketua AMKRI Soenoto mengatakan, para pengusaha mebel dan rotan diIndonesia, ingin membuka market baru sampai dengan negara-negara di wilayah Afrika. Pasalnya, pangsa ekspor ke negara Eropa sebesar 45 persen, sedangkan Amerika sebesar 40 persen."Kita mau buka juga emerging market yaitu Rusia, India, Amerika Latin,negara-negara satelitnya Uni Soviet dulu, dan Afrika. Masih banyak pasar yang belum kita jamah," kata Soenoto di Kementerian Perindustrian, Jakarta.Soenoto menambahkan, Indonesia berada diperingkat 13 di dunia dalam ekspor produksi mebel dan furnitur. Dengan keinginan membuka market baru, lima tahun ke depan pula AMKRI menargetkan posisi ekspor mebel dan furnitur Indonesia bisa di atas Vietnam dan Malaysia. "5 tahun ke depan kita mau mengejar mereka. Mudah-mudahan mereka tidak lari. Selama ini performa industri furnitur kita selain memalukan juga memilukan, kita tidak akan biarkan," jelasnya.Selain itu, lanjut Soenoto, total nilai perdagangan produk kayu dan rotan dunia mencapai US$112 miliar. Cina masih mendominasi dengan nilai ekspor USD40 miliar. Dalam lima tahun ke depan, AMKRI telah menyusun target dengan nilai US$5 miliar. "Sekarang USD1 koma sekian miliar. Tahun lalu USD1,7 miliar. Dan untuk mencapai USD5 miliar itu kita hanya butuh pertumbuhan 25 persen. Keliatannya agak janggal, tapi kalau orang yang tahu matematika langsung paham," tutupnya.(Okc/KNIA)