Matatelinga - Jakarta, Pasar ritel di 2014 sepertinya tidak akan terlalu cerah seperti tahun kemarin. Bahkan pasar ritel di tahun ini akan melambat ke depannya."Hal ini disebabkan beberapa faktor, yaitu tidak mudahnya mencari lokasi di Jakarta akibat keterbatasan lahan, " tutur Head of Research Jones Lang Lasalle Anton Sitorus, dalam risetnya, di Jakarta.Faktor lainnya adalah moratorium yang dilakukan pemerintah, dan perizinan kini yang kian sulit. Namun, meski minim pasokan ritel baru di 2014 Anton menyebut kalau ekspansi masih akan cukup signifikan."Melambatnya pertumbuhan ritel menurut Anton memang sudah siklusnya. Pada tahun 2008-2009 mal-mal di Jakarta sempat suffer. Namun setelah itu mal-mal bangkit. Pembangunan mal di mana-mana. Dan sektor ini mulai menikmati pertumbuhannya," jelasnya.Berdasarkan data yang dirilis Jones Lang Lasalle, selama empat tahun terakhir penyerapan ruang ritel sampai akhir tahun 2013 mencapai sekitar 179 ribu meter persegi. Penyerapan terbanyak terjadi pada tahun 2012, yaitu mencapai 230 ribu meter persegi. Namun di 2013 mengalami penurunan di angka 160 ribu meter persegi. (Okc/KNIA)