Matatelinga - Jakarta, Sempat ditutup melemah 114,56 poin ke level 4.322,78, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan akan mulai downtrend. IHSG berpola menyerupai hammer pada middle bollinger bands (MBB) dan Stochastic downreversal.Kepala Riset Trust Securites Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan berada pada support 4.269-4.295 dan resistance 4.350-4.372. "IHSG berada di bawah kisaran target support 4.423-4.430 yang membuka peluang pelemahan," ucap Reza di Jakarta, Selasa (28/1/2014).Reza menambahkan, meski beberapa gap telah ditutup namun, utang gap 4.270-4.293 belum tertutup sempurna. "Potensi pelemahan masih ada namun, berharap tidak terlalu dalam," paparnya.IHSG pada perdagangan kemarin, kata Reza tiada kata-kata maupun alasan yang lebih pas untuk menggambarkan laju IHSG selain kalimat profit taking. Seperti yang diulas sebelumnya dimana IHSG mulai lunglai dengan kian derasnya aksi ambil untung terkait berbagai sentimen negatif, termasuk laju Rupiah yang masih melemah.Turunnya bursa saham AS berimbas pada negatifnya laju bursa saham Asia sehingga berpengaruh juga pada laju IHSG. Pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk profit taking. Tampak saham-saham big caps yang telah menguat sebelumnya mengalami tekanan jual antara lain AALI, ITMG, INTP, UNVR, dan lainnya. Jika pada akhir pekan kemarin pelemahan yang terjadi telah menutup utang gap 4.477-4.483 meski hampir menutup utang gap 4.436-4.440 serta kembali terciptanya utang gap di level 4.483-4.480, kali ini pun dengan derasnya aksi jual juga telah menimbulkan utang gap di level 4.358-4.437. Di sisi lain, pelemahan tersebut juga telah menutup utang gap 4.393-4.398 dan hampir menutup utang gap 4.270-4.292. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.360,35 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.286,44 (level terendahnya) juga di sesi 1 dan berakhir di level 4.322,78. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.(Okc/KNIA)