MATATELINGA, Medan: Kota Medan memiliki potensi besar dalam hal pengembangan industri kreatif. Potensi ini harus digali sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, daerah hingga nasional. "Potensi industri kreatif di Medan tidak sekadar ada, tapi sangat besar. Potensi ini harus dijdikan Pemko Medan sebagai aset yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Medan," kata Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kota Medan F Andreas Aritonang, kemarin. Melihat potensi yang ada, Pospera Kota Medan menggagas pertemuan pelaku industri kreatif dengan pemerintah Kota Medan. Pertemuan direncanakan dilaksanakan Minggu 9 Juli 2017 di My Burger Cofee Jalan Sei Petani Medan."Pertemuan nanti, kita undang Wakil Walikota Medan bang Akhyar Nasution. Pelaku industri bisa menyampaikan kepada Pemko Medan mengenai apa yang menjadi kebutuhan mereka untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Medan," katanya.Industri kreatif sangat berperan meningkatkan ekonomi. Industri eknomi kreatif berkontribusi Rp 573,89 triliun dari total produk domestik bruto (PDB) APBN tahun 2014. Ada 15 subsektor industri kreatif di Indonesia yakni, Periklanan, Arsitektur Pasar Barang Seni, Kerajinan, Desain, Fesyen, Video, Film dan Fotografi, Permainan Interaktif, Musik, Seni Pertunjukan Penerbitan dan Percetakan, Layanan Komputer dan Piranti Lunak, Televisi dan Radio hingga Riset dan Pengembangan dan juga KulinerDi Medan, berbagai sektor industri ekonomi kreatif ini muncul, namun tidak semuanya mampu berkembang menjadi industri yang mandiri. Berbagai kendala dihadapi seperti permodalan, pengembangan usaha dan pasar.Peluang mendapat pembinaan dari Badan ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia terbuka besar, melalui program Satu Pintu Bekraf. "Kita berharap Pemko Medan memberi perhatian kepada pelaku industri kreatif di Medan, agar mendapatkan bantuan pembinaan," katanya. (MTc/amr/rel)