Matatelinga - Jakarta, "Lahan sapi di Australia akhir Maret ada putusan, tapi sebelum diputuskan RNI dan Pusri harus menyiapkan soal perizinan impor," kata Dahlan usai Rapim di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Kamis (30/1/2014).Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan realisasi pembelian lahan ternak sapi seluas 1 juta hektare (ha) akan diputuskan pada akhir Maret 2014. Pembelian lahan ternak di Australia tersebut lantaran adanya perbandingan biaya yang signifikan. Di mana, pengembangbiakan sapi di Australia jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia.
Dahlan menambahkan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Pupuk Indonesia (Pusri) tengah melakukan proses perizinan impor untuk menopang jika lahan ternak sapi di Australia sudah dapat dikelola oleh kedua perusahaan pelat merah tersebut.
"Jangan sampai kalau kita punya lahan di sana impor izin masih belum jelas, nah sekarang mereka sedang mengurus perizinan," tambahnya.
Hingga saat ini, kata Dahlan, negoisasi pembelian lahan ternak di Australia terus berjalan. Selain itu, saat ini pihak Australia juga berkeinginan kepada kedua perusahaan pelat merah tersebut agar menyiapkan kandang sapi yang serupa atau standarisasi kandangnya sesuai dengan yang berada di Australia.
"Karena mereka tidak mau, ketika sapinya tiba di Indonesia, terjadi tindakan yang tidak berkeperibinatangan, dia takut karena yang di Kebun Binatang Surabaya itu," ungkapnya.
Syarat teknis lainnya yang diminta oleh Australia juga kepada tempat pemotongan hewan di Indonesia, menurut Dahlan, pihak Australia meminta standarisasi pemotongan hewan sapi harus sesuai dengan standarisasi pemotongan hewan di Australia.
"Ya bagus juga, karena ini juga membuat kita semakin baik, RNI lagi bangun kandang itu. Kandang besar milik RNI sapinya dijual semua, dibangun kandang standard yang sama seperti di Australia," tutupnya.
(Okz/Adm)