MATATELINGA, Jakarta: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan peningkatan pendapatan operasional sebesar 7% menjadi USD1,9 miliar atau setara Rp25,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar USD1,8 miliar.Kinerja operasional yang tumbuh ditopang pendapatan internasional yang meningkat 111% dari target revenue yang ditentukan di kuartal II-2017 dibandingkan dengan kuartal I-2017."Bukan hanya kinerja keuangan tetapi kami juga terus berusaha meningkatkan operational excellence dan customer experience. Di tengah tren penurunan kinerja operasional industri penerbangan global, Garuda Indonesia berhasil membukukan pertumbuhan positif kinerja operasional, khususnya pada kinerja kuartal II 2017 yang menunjukan peningkatan operating revenue sebesar 7,7% dibandingkan kuartal I/2017," ujarnya seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (28/7/2017).Selain itu, pendapatan sektor non scheduled flight service yang tumbuh signifikan sebesar 131,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Melalui momentum pertumbuhan kinerja yang berhasil dicapai perusahaan tersebut kami optimisitis kinerja operasional dan keuangan perusahaan akan terus tumbuh positif hingga akhir 2017," kata Pahala.Sementara itu, selama semester I-2017 Garuda berhasil mengangkut penumpang sebanyak 17,2 juta penumpang atau tumbuh 3,9% dengan tingkat keterisian penumpang (SLF) pada semester I-2017 tercatat sebesar 73,3% secara keseluruhan, meningkat dari semester I-2016 sebesar 70,8%.Kendati demikian, Garuda masih mencatatkan rapor merah hingga paruh 2017 karena rugi USD283,8 juta atau setara dengan Rp3,77 triliun. Akan tetapi, manajemen optimis, dalam jangka waktu enam bulan ke depan kinerja perseroan akan positif bahkan surplus. Pahala N Mansury mengatakan bahwa kinerja perseroan terus mengalami perbaikan tiap kuartalnya.(Mtc/okz/net)