Matatelinga - Jakarta, Kementerian Pertanian menyatakan akan mengikuti alur penyelesaian kasus beras impor ilegal asal Vietnam yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan. Pasalnya, Kementerian Pertanian hanya memberikan rekomendasi untuk beras premium."Kemarin kan Kemendag sudah ngomong akan ada langkah dalam beberapa hari ke depan kita tunggu saja rilis dari sana. Karena kita kan memberikan rekomendasinya," tutur Direktur Jenderal PPHP Kementan Yusni Emilia di Waroeng Daoen, di Jakarta, Sabtu (1/2/2014).Seperti diketahui, beras mediun yang telah ditetapkan tidak lagi diimpor dengan alasan pasokan beras nasional telah cukup, kembali ditemukan beredar di pasar beras di Pasar Induk Cipinang beberapa pekan lalu.Yusni menjelaskan, pihak yang berhak melakukan impor beras medium hanya Badan Urusan Logistik (Bulog). Sepanjang 2013, menurut informasi resmi dari pihak Bulog, tidak ada rekomendasi untuk melakukan impor beras medium. "Kalau bicara beras impor ada ketetapannya. Dan itu importirnya medium hanya bulog. Jadi untuk 2013 tidak ada rekomen. 2014 belum keluar. Saya ingin katakan dikategorikan medium itu tidak direkomendasikan Kementan. Kami hanya rekomendasi beras yang khusus tadi," jelasnya. Yusni mengaku, pihaknya baru mengetahui adanya beras ilegal asal vietnam dari berita tentang kejadian saat kunjungan Menko Perekonomian, Hatta Rajasa di Pasar Cipinang. Pihaknya, tambahnya sampai saat ini akan melakukan investigasi terhadap importir yang melakukan pengadaan ilegal merujuk hasil dari Kemendag."Saya tidak bisa mengomentari sejauh itu. Kemendag tadi wamendag sudah merespons dalam waktu dekat. Saya kira satu posisi karena di koordinasi kemendag," tukasnya.Dia menjelaskan, untuk 2013 Kementan mengeluarkan rekomendasi untuk beras khusus yakni Basmati sebanyak 1.500 ton dengan 51 surat rekomendasi, beras diabetes sebanyak 283 ton dengan rekomendasi 11 importir, beras Japonica 13.000 ton dengan 110 surat rekomendasi, beras Thai hom mali 22.900 ton dengan 130-an importir."Yang saya ingat japonica, basmati, beras khusus diabetes, thai hom mali. Untuk 2014 belum ada rekomendasi yang dikeluarkan. Sama yang industri. Industri besar," ungkapnya.(Okc/KNIA)