Matatelinga - Melbourne, Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI)kembali naik ditengah spekulasi melemahnya pertumbuhan pada tingkat tenaga kerja dibandingkan dengan perkiraan. Hal tersebut mendorong The Fed kembali menunda stimulus ekonomi.Pada pasar futures harga minyak naik 0,6 persen atau mencatat penguatan tertinggi. Sementara itu, produksi minyak Libya sekira 600.000 barel ditengah protesnya penutupan pipa yang terjadi."Pasar melihat bahwa data tenaga kerja yang dibawah perkiraan merupakan kabar baik, terutama bila dikaitkan dengan tapering," kata kepala riset komoditas di Australia & New Zealand Banking Group Ltd Mark Pervan seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (10/2/2014).WTI untuk pengiriman Maret naik 58 sen ke USD100,46 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Volume perdagangan terjadi sekira 26 persen di bawah rata-rata 100 hari perdagangan.Sedangkan Brent untuk pengiriman Maret naik 14 sen menjadi USD109,71 per barel di London berbasis ICE Futures Europe. Disparitas minyak mentah patokan Eropa dengan AS tersebut ditutup di USD9,41 per barel dari sebelumnya USD9,69 per barel.(Okc/KNIA)