Matatelinga - Jakarta, Era Masyarakat Ekonomi ASEAN atau Asean Economic Community (AEC) yang sedianya akan dimulai pada 2015 mendatang akan banyak mengubah wajah perekonomian regional dan tentu saja nasional.Keberadaan Masyarakat Ekonomi Asean tentunya akan memiliki dampak yang jauh lebih dahsyat, baik itu sisi positif maupun negatif. Ini karena salah satu dari empat pilar utamanya adalah pembentukan pasar tunggal yang tidak hanya mencakup elemen aliran bebas barang dana saja, melainkan juga meliputi investasi, tenaga kerja terdidik, dan aliran modal yang jauh lebih bebas. “Tentu saja kondisi tersebut akan bisa mengubah banyak hal, termasuk pasar modal kita,” kata Ketua Umum Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) Ali Hanafiah Pasaribu dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/12/2013).Dia melanjutkan, isu yang cukup penting saat ini adalah liberalisasi sektor tenaga kerja yang akan memunculkan tantangan baru sekaligus peluang bagi pialang efek di Indonesia. Untuk itu, perlu ada upaya untuk meningkatkan kemampuan SDM pialang dan reposisi pialang Ali berharap, ke depan para profesional kita bisa bersaing dengan pekerja asing. Target minimalnya, kita dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan pada akhirnya semoga para pialang kita dapat menguasai pasar tenaga kerja di ASEAN.“Namun, hal tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diwujudkan, dan dibutuhkan sinergitas semua pihak untuk mewujudkannya,” jelas dia.Selain isu mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN, isu financial deepening juga menghangat akhir-akhir ini. Seperti ditemukan oleh survei OJK, di mana indeks literasi keuangan menunjukkan hanya sedikit penduduk Indonesia yang tergolong well literate. “Kami sangat mengharapkan, Cetak Biru Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia yang telah diluncurkan oleh bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu dapat efektif, memperdalam pemahaman masyarakat, khususnya terhadap pasar modal,” kata dia. Pentingnya pasar modal sebagi focus upaya literasi karena sektor inilah yang paling rendah indek literasinya dibandingkan sektor jasa keuangan yang lain. Indeks literasi pasar modal hanya 3,79 persen, atau separuh dari dana pensiun yang berada di atas pasar modal.(Okc/KNIA)