Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
400 Stakeholder Bahas Industri Sawit di Bali

400 Stakeholder Bahas Industri Sawit di Bali

Admin - Rabu, 12 Februari 2014 18:34 WIB
Matatelinga - Denpasar, ebanyak 400 peserta yang terdiri dari para pakar, pengambil kebijakan, pelaku usaha perkebunan, perbankan, akademisi, lembaga swadaya masyarakat dari Eropa, Amerika Selatan, Afrika dan Asia akan berdiskusi, membagi pengalaman serta mencari pemahaman seputar pengembangan perkebunan kelapa sawit yang produktif, berdaya guna, namun tetap ramah lingkungan.Karena bahasan utamanya, hingga penyelenggaraannya yang ke empat, International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) 2014 menjadi salah satu agenda dua tahunan terpenting bagi pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, khususnya di Indonesia.Termasuk keselarasan dengan agenda Pemerintah Indonesia mendorong kebijakan produksi kelapa sawit lestari yang dibangun berbarengan dengan pelestarian alam dan kehidupan sosial masyarakat.Even ini berlangsung di the Stones Hotel, Legian, Bali. Dan resmi dibuka oleh Menteri Pertanian, Suswono dengan dihadiri oleh Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya beserta Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bidang Pertanian dan Pangan, Franky Osman Widjaja.“Pemerintah sangat mendukung pengembangan budidaya kelapa sawit berkelanjutan. Misalnya pada aspek kebijakan, Pemerintah telah menerbitkan dan menjalankan moratorium untuk mengeluarkan izin usaha pembangunan kebun kelapa sawit agar tidak menanam di hutan primer dan lahan gambut," tegas Menteri Pertanian Suswono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/2/2014)."Demikian pula dengan kebijakan paling signifikan yakni penerapan mengikat sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dengan batas akhir tahun 2014. Pemerintah menaruh harapan besar agar seluruh pemangku kepentingan khususnya industri kelapa sawit dapat mendukung pencapaian sertifikasi kelapa sawit Indonesia ini di tengah keberagaman sistem sertfikasi lainnya,” kata dia.Nantinya, para pucuk pimpinan pemerintahan, pakar internasional, sektor swasta berikut lembaga swadaya masyarakat saling berbagi praktik-praktik terbaik, mengembangkan jejaring serta solusi bagi produksi minyak sawit lestari dan program perlindungan lingkungan, baik di tingkat kajian kebijakan maupun penerapannya di dalam industri.Beberapa prakarsa penting telah diterapkan di berbagai perusahaan perkebunan dan organisasi-organisasi di tingkat nasional maupun internasional juga akan dibahas tuntas di forum ini.Dengan memberikan perhatian khusus kepada isu lingkungan melalui strategi berbagi pengalaman, mencari solusi dan sumberdaya antar berbagai pemangku kepentingan, gelaran tahun ini diharapkan dapat memperlihatkan berbagai upaya dalam menjadikan budidaya kelapa sawit sebagai model pertanian berkelanjutan yang bermanfaat secara ekonomi dan pelestarian lingkungan.“Seluruh pihak yang hadir meyakini jika sektor perkebunan sawit adalah kontributor penting kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi negara pemilknya seperti Indonesia," urai Chairman of Steering Committee ICOPE 2014, Daud Dharsono.(Okc/KNIA)


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Setelah Sita Uang Rp1,5 M, KPK Susun Strategi Ungkap Kasus 'Sunat' Upah Pungut di Kabupaten Bogor

Ekonomi

Terbukti Korupsi Pengadaan Smartboard, Budi Pranoto Dihukum 7 Tahun 6 Bulan

Ekonomi

Lelang Serentak Selama 4 Hari, Kejati Kepulauan Bangka Belitung Capai Nilai Aset untuk PNBP Hingga Rp28.567.932.000

Ekonomi

Lelang Serentak se-Wilayah Kejati Sulbar, Nilai Lelang untuk PNBP Mencapai Rp494,741.000

Ekonomi

Lelang Hari Ketiga se-Kejati Kepulauan Bangka Belitung, Nilai Lelang untuk PNBP Selama Tiga Hari Mencapai 27,4 Miliar

Ekonomi

Lelang Serentak Kejati Kepulauan Bangka Belitung, Nilai Lelang Hari Pertama dan Kedua Mencapai Rp7,2 Miliar