Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Apindo Nilai Kenaikan Suku Bunga Acuan Tambah Beban Biaya Perusahaan

Apindo Nilai Kenaikan Suku Bunga Acuan Tambah Beban Biaya Perusahaan

- Sabtu, 19 Mei 2018 10:27 WIB
Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani / phoot ist
MATATELINGA, Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengakui kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) akan menambah beban biaya perusahaan.Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani memperkirakan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk ekspansi akan meningkat, karena beban bunga kredit berpotensi naik usai suku bunga acuan dinaikkan.Namun, Hariyadi cukup memaklumi keputusan BI karena nilai tukar rupiah terus tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dengan demikian, kenaikan suku bunga acuan diharapkan bisa kembali membuat rupiah terapresiasi."Tentu semua menjadi beban, rupiah melemah dan suku bunga naik. Semuanya beban, tapi memang kalau BI tidak melakukan itu maka tekanannya akan lebih besar," ucap Hariyadi.Terlebih, mayoritas perusahaan di Indonesia masih mengandalkan impor. Dengan demikian, dana yang perlu dikeluarkan untuk membayar barang impor itu lebih besar dari sebelumnya karena rupiah kian melemah."Indonesia sebagai negara importir juga tertekan," imbuh Hariyadi.Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah impor pada April 2018 melonjak 11,28 persen menjadi US$16,09 miliar dibandingkan dengan Maret 2018 yang mencapai US$14,46 miliar.Jumlah impor itu terdiri dari barang konsumsi sebesar US$1,51 miliar, bahan baku/penolong sebesar US$11,96 miliar, dan barang modal sebesar US$2,62 miliar."Jadi semua kondisi perlu hati-hati, daya beli juga kan belum normal. Bisa dilihat dari kondisi ritel di dalam negeri yang justru menurun pada 2017 dan sekarang stagnan," papar Hariyadi.Kendati begitu, Apindo masih akan melihat dampak pengaruh dari pertumbuhan perusahaan kepada pertumbuhan ekonomi setelah kenaikan suku bunga acuan tersebut. Tahun ini, Apindo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, lebih rendah dari prediksi pemerintah yang mencapai 5,4 persen."Kami belum ada revisi target pertumbuhan ekonomi, biasanya Apindo akan kaji pada pertengahan tahun. Perkembangan saat ini memang luar biasa," tutur Hariyadi.Ia menambahkan, dampak dari kenaikan suku bunga acuan memang tak akan langsung dalam hitungan hari. Setidaknya, jumlah beban biaya kredit akan disesuaikan satu bulan kemudian. (lav/bir)

Editor
:
Sumber
: cnn

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tekanan Global dan Pelemahan Rupiah Membebani Pasar Finansial Domestik

Ekonomi

USM-Indonesia Raih Prestasi di Tiga Program Magang Berdampak Nasional

Ekonomi

Wujudkan Program 3 Juta Rumah, Sinergi Dan Kolaborasi Jadi Kata Kunci

Ekonomi

PDRB Medan Tumbuh 5,04 Persen

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Produk Domestik AS Lebih Kuat

Ekonomi

Pasar Mata Uang Masih Dipengaruhi, Arah Kebijakan Suku Bunga Global