Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Keputusan Pemerintah Impor Beras Kecewakan Pedagang

Keputusan Pemerintah Impor Beras Kecewakan Pedagang

- Minggu, 27 Mei 2018 07:21 WIB
Keputusan pemerintah kembali menerbitkan izin impor beras sebanyak 500 ribu ton / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta:  Keputusan pemerintah kembali menerbitkan izin impor beras sebanyak 500 ribu ton menimbulkan pertentangan di kalangan pedagangan Pasar Induk Cipinang, Jakarta. Pasalnya, stok beras saat ini diklaim pedagang sebenarnya berlimpah.Hal ini berbeda dengan penuturan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang menyebut Bulog masih membutuhkan stok beras untuk memenuhi cadangan optimal. Enggar bahkan menyebut, akan ada kelangkaan beras jika pemerintah tak membuka keran impor.Pedagang beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Ira (32 tahun) mengaku tidak sepakat jika stok beras Indonesia disebut berada di posisi tidak aman. Menurutnya, tanpa impor sekalipun, stok beras masih lebih dari kebutuhan."Kalau dibilang stok enggak aman, enggak setuju. Semuanya (pedagang) yang di sini pada teriak kok sejak rencana impor mencuat Januari kemarin," kata Ira.Ira pun mengkritisi Bulog dan Pengelola Pasar Induk Cipinang. Ia menyebut Bulog dan Pengelola Pasar Induk Cipinang tak pernah memberikan informasi perihal impor beras."Kami tahunya dari berita doang," kata Ira.Berlimpahnya stok, menurut Ira, antara lain disebabkan lebih sepinya pembeli pada Ramadan tahun ini. Padahal, menurut dia, biasanya di bulan Ramadan banyak orang yang berdatangan membeli beras dalam jumlah besar."Sekarang sepi. Malah gudang tuh yang ramai kayak pelabuhan. Isinya kontainer semua," ucap Ira.Sementara itu, Jaja (39) mengaku telah mengetahui kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah dari pemberitaan di media. Ia pun kecewa dengan pernyataan Enggar yang meminta impor beras tak diperdebatkan lantaran beras sudah mulai masuk."Di situ Menteri Perdagangan bilang enggak usah diperdebatkan, karena berasnya udah masuk. Waduh, ya gimana? Kami bisa apa," ucap Jaja.Ia mengaku curiga dengan kebijakan Kementerian Perdagangan untuk mengimpor beras. Pasalnya, Menteri Pertanian dan Dirut Bulog menyebut stok beras aman dan tak lagi memerlukan impor."Kalau pejabat sudah beda-beda (pendapat) gitu, gimana kerjanya sebenarnya? Wajar lah kalau kami curiga," ucap Jaja.Jaja menilai pemerintah sebaiknya benar-benar memperhatikan stok beras yang ada dan tak sembarangan mengeluarkan kebijakan impor beras.Dengan dibukanya kembali keran impor beras sebanyak 500 ribu ton, total beras diimpor pemerintah hingga tenggat waktu Juli akan mencapai satu juta ton. Mengutip data pengadaan luar negeri Perum Bulog, jumlah beras impor yang masuk hingga 23 Mei 2018 mencapai 532.526 ton.

Editor
:
Sumber
: cnn

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Para Menteri Perdagangan, Anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik Berkumpul di Suzhou

Ekonomi

Ketua Umum KTNA: Tolak Impor Beras

Ekonomi

Mendag: Jaga Koordinasi dengan Pemda untuk Perlancar Distribusi Minyak Goreng

Ekonomi

Mendag: Kita Jaga Momentum Pertumbuhan Ekspor dan Kendalikan Inflasi

Ekonomi

Mendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman dengan Harga Terjangkau

Ekonomi

Kemendag Raih 7 Zona Integritas WBK Tahun 2021, Menteri Lutfi : Ke Depan Harus Lebih Banyak