Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Sri Mulyani Himbau Eksportir Tukar DHE ke Rupiah

Sri Mulyani Himbau Eksportir Tukar DHE ke Rupiah

- Sabtu, 28 Juli 2018 09:00 WIB
Google
Sri Mulyani Himbau Eksportir Tukar DHE ke Rupiah / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta eksportir menukar sebagian devisa hasil ekspor (DHE) dalam bentuk dolar AS menjadi rupiah. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas mata uang dalam negeri.

Sri Mulyani mengaku maklum jika eksportir juga membutuhkan dana berbentuk valuta asing (valas) untuk membayar utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) dan membeli bahan baku impor. Namun, ia berharap eksportir dapat menukarkan sisa dolar di luar kebutuhan tersebut ke rupiah."Sisanya bisa dibawa pulang ke Indonesia dan dikonversi ke rupiah tapi dengan catatan mereka juga membutuhkan," ungkap Sri Mulyani, Jumat (27/7/2018).

Kebutuhan itu, misalnya untuk membayar gaji karyawan di perusahaannya yang berlokasi di Indonesia dan membiayai kebutuhan produksi perusahaan.Kepulangan devisa hasil ekspor ke Indonesia, kata Sri Mulyani, dapat menjadi 'obat' untuk menguatkan rupiah kembali. Seperti diketahui, rupiah dalam beberapa bulan terakhir terus melemah dan sempat menembus level Rp14.500 per dolar AS."Dari dulu kami selalu mengharapkan devisa hasil ekspor dibawa ke Indonesia," jelas Sri Mulyani.

Hal itu juga akan membuat keseimbangan antara jumlah permintaan dan ketersediaan atas valas di Indonesia. Sebab, valas juga diperlukan untuk kebutuhan impor."Bila supply dan demand valas terjaga, maka menimbulkan suatu stabilitas yang sifatnya fundamental untuk rupiah," sambung Sri Mulyani.Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan hanya 85 persen devisa hasil ekspor yang kembali ke Indonesia. Namun, belum semuanya mengonversi menjadi rupiah.Sama seperti Sri Mulyani, Darmin tak menampik jika sebagian eksportir memiliki utang di bank luar negeri. Dalam hal ini, bank tersebut memberikan syarat kepada nasabah untuk memiliki akun di bank tersebut."Sebenarnya bisa mereka cari bank luar yang ada di dalam negeri juga. Sehingga dia bisa sebetulnya bilang oke saya buka di bank kalian tapi yang cabangnya di indonesia," papar Darmin.Maka itu, kata Darmin, Presiden Joko Widodo telah mengimbau eksportir untuk mengembalikan devisa hasil ekspor ke Indonesia. Namun, sejauh ini pemerintah belum memiliki insentif bagi pengusaha agar mengembalikan dana hasil ekspor ke Indonesia."Kemarin belum dibicarakan itu, Presiden hanya mengatakan ada fenomena bagaimana kalau bawa ke Indonesia maka lebih banyak valas ke Indonesia," pungkas Darmin.

Editor
:
Sumber
: cnn

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Ekonomi

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Ekonomi

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Ekonomi

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

Ekonomi

Polwan Polda Sumut Laksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumut, Dengan Humanis

Ekonomi

Bakamla RI Siap Dorong Ekonomi Maritim Indonesia