Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pertumbuhan Ekonomi Mningkat, Rupiah Tetap Tak Terkerek

Pertumbuhan Ekonomi Mningkat, Rupiah Tetap Tak Terkerek

- Selasa, 07 Agustus 2018 10:31 WIB
rupiah masih tak terkerek / photo: ist
MATATELINGA, Jakarta: Pertumbuhan ekonomi semester I 2018 yang berhasil mencapai 5,17 persen tak mampu topang pergerakan rupiah. Terbukti, Selasa (7/8) atau sehari pasca data pertumbuhan ekonomi dirilis, rupiah masih bergerak loyo.Di pasar spot, Selasa (7/8) pagi rupiah diperdagangkan di level Rp14.486 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,08 persen dibandingkan sesi penutupan perdagangan Senin (6/8) yang berada di level  Rp14.478.Tapi, rupiah tidak sendiri. Pelamahan juga dialami sejumlah mata uang Asia. Won Korea Selatan minus 0,24 persen, ringgit Malaysia minus 0,15 persen, dan dolar Singapura minus 0,04 persen.Hanya yen Jepang yang berhasil menguat 0,1 persen dan peso Filipina 0,04 persen.Sebaliknya, mayoritas mata uang negara maju justru menguat dari dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,03 persen, dolar Kanada 0,06 persen, dolar Australia 0,07 persen, euro Eropa 0,08 persen, franc Swiss 0,1 persen, dan rubel Rusia 0,13 persen.Kendati melemah, namun Reza Priyambada memperkirakan pergerakan rupiah masih bisa menguat tipis pada hari karena sentimen internal yang berasal dari rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 sebesar 5,27 persen."Karena masih mendapat tekanan dari luar," katanya, Selasa (7/8).Sentimen eksternal berupa perseteruan perang dagang antara AS dengan China akan kembali memberi tekanan kepada sejumlah mata uang di dunia, termasuk rupiah. Setelah AS mengerek tarif bea masuk impor lagi, China rencananya juga akan kembali membalas. Negeri Tirai Bambu itu rencananya akan mengenakan tarif tambahan impor sebesar 5-24 persen atas produk impor dari AS dengan nilai mencapai US$60 miliar."Diharapkan sentimen positif dari dalam negeri dapat mengimbangi sentimen global yang menunjukkan dolar AS masih cenderung terapresiasi dengan sentimen ancaman perang dagang tersebut," katanya.

Editor
:
Sumber
: cnn

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Kekhawatiran Pandemi Menyebar Semakin Luas, Rupiah Melemah

Ekonomi

Rupiah di Awal Pekan Masih Berpotensi MelemahTipis

Ekonomi

Rekor Kasus Positif Corona,Hingga Dolar Tekan Rupiah

Ekonomi

Mata Uang Garuda Tercatat Mengalami Pelemahan

Ekonomi

Mata Uang Garuda Tercatat ditutup ke Rp 14.702 per dolar AS

Ekonomi

Berkat dolar AS, diprediski Rupiah Berlanjut Menguat