Matatelinga - Jakarta, Melambatnya pertumbuhan ekonomi global membuat Bank Indonesia (BI) kembali memangkas target pertumbuhan ekonominya. Perekonomian Indonesia 2013 diprakirakan tumbuh sebesar 5,7 persen, melambat bila dibandingkan dengan pertumbuhan 2012 sebesar 6,2 persen.Penurunan pertumbuhan ekonomi 2013, lantaran terbatasnya pertumbuhan ekspor riil akibat melambatnya ekonomi global. Dari sisi permintaan domestik, pertumbuhan investasi, khususnya investasi nonbangunan, juga melambat. Meski demikian, Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN), Didik J Rachbini, menilai ada risiko yang harus diambil karena pemerintah target pertumbuhan ekonomi tersebut diperlambat. "Pengangguran akan lebih tinggi, kemiskinan akan lebih tinggi, karena banyak angkatan muda masuk pasar kerja," ungkap Didik kala ditemui sumber, di Jakarta, Selasa (25/2/2014). Menurutnya, dengan kemampuan Indonesia saat ini, bukan tidak mungkin Indonesia tumbuh di kisaran 6,5-7 persen. Meski demikian, dia melihat hal ini cukup berisiko."Daripada terjungkal, Bank Indonesia (BI) mengambil jalan pintas itu. Tapi risikonya banyak, pengusahanya bakal kurang, kreditnya juga akan turun. Seperti itulah," tukas dia. (KNIA/Okz)