MATATELINGA, Jakarta: Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada pagi ini. Rupiah kembali mendekati Rp15.000 per USD pada pembukaan perdagangan pagi tadi.Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan, pihaknya akan sekuat tenaga untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar kembali stabil. Bahkan dirinya bersiap untuk kembali melakukan intervensi dalam waktu dekat."Kita akan terus jaga stabilitas Rupiah dan intervensi pun akan dilakukan terukur," ujarnya saat ditemui di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (18/9/2018).Dodi juga mengisyaratkan Bank Indonesia akan kembali menaikan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) minggu depan. Apalagi jika situasi ekonomi global masih tidak menentu yang bisa berakibat Rupiah bisa jatuh lebih dalam."Kita akan lihat di RDG minggu depan. Jadi semua risiko di lihat di eksternal dan domestik tidak ada yang baru dengan proses yang dilakukan di bulan-bulan sebelumnya," jelasnya.Dody mengatakan, pelemahan Rupiah pada pagi hari ini dikarenakan efek eksternal. Khususnya adalah kelanjutan dari perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.Menurut Dody, adanya perang dagang AS dan China ternyata cukup serius untuk mempengaruhi nilai tukar mata uang. Khususnya di negara-negara berkembang salah satunya Indonesia."Ya mudah mudahan tekanan tidak begitu besar,karena itu yang kita lihat salah satu risiko yang kita liat sebagai risiko eksternal dan mengenai ke currency di regional. Kita tidak melihat itu ada perbedaan dengan yang lalu, yang penting BI pemerintah jaga stbilitas," jelasnya.