MATATELINGA, Medan: Data yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) secara keseluruhan, kontribusi perkreditan perbankan di Sumut terhadap nasional per Juli 2018 baru sebesar 4,18%. Demikian pula halnya share realisasi penghimpunan dana yang baru sebesar 4,18%.Komponen kinerja intermediasi perbankan di Sumut juga masih relatif baik dengan LDR 93,87% (konvensional) dan 88,04% (syariah). Tentunya, pelaksanaan peran ini diikuti dengan tata kelola perkreditan yang semakin baik sebagaimana tercermin dari NPL rata-rata masing-sebesar 2,85%. Kepala OJK Kantor Regional 5 Sumbagut, Lukdir Gultom mengungkapkan secara keseluruhan, sasaran kredit/pembiayaan terbesar masih ditujukan pada sektor Pertanian, Industri Pengolahan, dan Perdagangan Besar/Eceran. Peran IKNB dalam penyediaan modal kerja di Sumut juga tidak kalah pentingnya, khususnya oleh Perusahaan Pembiayaan melalui penyediaan aset kendaraan bermotor. "Hingga Juli 2018, total piutang pembiayaan yang berhasil disalurkan mencapai Rp16.406.934 atau tumbuh 8,70% (YoY) dengan tata kelola pembiayaan relatif baik sebagaimana tercermin dari NPF: 2,62%," katanya, Rabu (19/9).Menurutnya, penyediaan peluang modal usaha melalui akses pasar modal juga sama baiknya. Sumut termasuk salah satu primadona pengembangan sektor pasar modal. Tentunya, hal ini tercermin dari beberapa data yang menunjukkan kinerja Sumut di atas rata-rata nasional, antara lain SID saham sebanyak 32.008 atau secara YoY tumbuh 28%, atau masih lebih tinggi dari rata-rata nasional 22% (saham)."Sementara itu, meskipun lebih rendah, pertumbuhan SID Reksadana Sumut (YoY: 57%) tidak terpaut jauh dibandingkan dengan nasional (YoY: 60%). Lalu, Pertumbuhan kepemilikan saham di Sumut (YoY) mencapai 24% disaat nasional hanya tumbuh 18%. Hal ini juga berkorelasi dengan transaksi saham yang tumbuh 94% atau lebih tinggi dari rata-rata nasional 44%, meskipun demikian porsinya masih 2,75%," terangnya.Hingga saat ini, sudah terdapat tambahan 4 emiten baru sehingga secara keseluruhan Sumut telah memiliki 7 emiten yakni dalam pengembangan inklusi dan literasi pasar modal, sinergi OJK dan BEI juga tercermin dari pendirian Galeri Investasi sebanyak 13 galeri termasuk 3 diantaranya Galeri Investasi Syariah.Suatu kehormatan ditujukan kepada masyarakat luas karena telah diberikan kesempatan melaksanakan kegiatan inklusi. Setelah hasil survei literasi dan inklusi keuangan OJK tahun 2016 yang menempatkan indeks inklusi keuangan (konvensional) di Sumut sebesar 75,27% dan sebesar 7,64% (syariah), serta sekaligus menempatkan Sumut di peringkat ke-4 tertinggi secara nasional untuk inklusi keuangan konvensional."Kami masih berupaya melaksanakan berbagai kegiatan inklusi salah satunya melalui peran TPAKD Sumut. Pengenalan program AUTP dan AUTS diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Sumut. Realisasinya, 3.752 Ha lahan pertanian padi telah terjamin AUTP, dan 3.728 ekor sapi telah terjamin AUTS. Tidak hanya itu, sebanyak 11.687 nelayan juga sudah terjamin asuransi nelayan," tutupnya. (Mtc/amel)