MATATELINGA, Yogyakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan hingga saat ini sudah berdiri 40 bank wakaf mikro di seluruh Indonesia. "Ini kita sudah masuk ke sekitar 35 sampai 40 bank wakaf mikro yang sudah kita dirikan, "Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santosa usai meluncurkan Program Klaster Pembatik Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta, dikutip dari Harian Neraca, Senin (19/11/2018). Wimboh mengatakan, salah satunya dengan mengoptimalkan badan usaha milik desa (bumdes) yang sudah punya link pemasaran, kemudian juga melalui dalam jaringan, sehingga di manapun bisa jual secara online produk itu. "Kita juga siap membantu memfasilitasi kalau ada pameran kerajinan itu, nanti kita sama sama buka stan untuk produk Bank Wakaf Mikro, nasabah bank wakaf mikro, dan supaya masyarakat paham bahwa di daerahnya bisa juga memproduksikannya secara bagus," katanya. Tambahnya, dengan adanya bank wakaf mikro tersebut, saat ini sudah mulai kelihatan antusias para nasabah yang sudah berkembang usahanya, apalagi nasabah pengusaha mikro juga dapat pembinaan setelah mendapat pembiayaan. "Dan tadi kami lihat pengepakan ini sesuatu hal yang harus kita fikirkan supaya kemasannya semakin menarik, agar bisa diberi lebel. Jadi, kita sudah masuk kepada pembinaaan packaging, karena di situ salah satu potensi besarnya," katanya.Selanjutnya, saat ini total nasabah bank wakaf mikro yang keberadaan tersebar di seluruh Tanah Air sekitar 7.500 nasabah, dan jumlah nasabah itu akan terus bertambah seiring bertambahnya pendirian bank wakaf mikro. "Sekarang ini di Yogyakarta sudah ada tiga Bank Wakaf Mikro, nanti kalau potensinya ada kita dirikan lagi, kita tidak akan berhenti akan terus kita lakukan, dan ke depan akan kita lihat bagaimana perkembangannya," katanya. Selain itu, kata dia, pengelola bank wakaf sudah mulai masuk ke pembinaan dan pemasaran produk usaha mikro nasabah, sebab masyarakat sudah tahu produk yg di hasilkan mereka kualitasnya tidak kalah dari produk yang sudah beredar. "Sehingga ini nanti bisa menjadi sumber pengembangan lebih lanjut bagi para pengusaha mikro, katanya.