Matatelinga - Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan kemarin tercatat menguat. Kenaikan tersebut tidak lepas dari banyaknya sentimen yang terjadi di luar maupun dalam negeri.Menguatnya nilai tukar Rupiah, dan rilis BI rate yang tetap bertahan di level 7,5 persen menjadi penggerak IHSG sepekan. Tercatat dalam sepekan IHSG naik 192,75 poin atau 4,11 persen, naik signifikan dari pekan sebelumnya yang naik 1,42 persen.Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, meskipun dalam sepekan tercatat mengalami kenaikan, namun perjalan IHSG di awal pekan cenderung variatif dimana sering kali berada di zona merah. Maraknya aksi profit taking membuat laju kenaikan IHSG mulai melambat. "Rilis penurunan ekspor China yang berakibat penurunan pada neraca perdagangannya di akhir pekan sebelumnya dan rilis meningkatnya defisit current account Jepang, yang disertai penurunan GDP nya memberikan cukup alasan bagi pelaku pasar untuk "angkat jemuran" katanya dalam riset, Minggu (16/3/2014).Namun, IHSG berhasil kembali ke zona hijau di tengah mulai adanya berita mengenai pembagian dividen dari para emiten sehingga dapat mengimbangi kekhkawatiran jelang rilis BI rate dan negatifnya laju bursa saham AS-Eropa. Ditambah lagi dengan positifnya laju bursa saham Asia turut menambah sentimen positif. "Tetapi, kenaikan yang terjadi tidak bertahan lama di mana laju IHSG harus rela kembali ke zona merahnya dan saat itu hanya ada dua sektor yang mengalami kenaikan, konsumer dan properti yang lebih banyak ditopang oleh saham-saham second liner dan lainnya," jelasnya.Beredarnya ekspektasi pelaku pasar terhadap akan tetapnya level BI rate, kembali tercatatnya nett buy asing, dan laju pergerakan Rupiah yang kembali positif turut memberikan tambahan amunisi IHSG untuk kembali menguat. Sepanjang pekan kemarin, asing masih tercatat nett buy sebesar Rp Rp8,18 triliun atau naik signifikan dari pekan sebelumnya Rp294,83 miliar. Jika dihitung sejak awal tahun (YTD) maka sampai dengan pekan kemarin posisi asing tercatat nett buy Rp17,811 triliun melanjutkan nett buy pekan lalu senilai Rp10,52 triliun.(KNIA/Okz)