MATATELINGA, Jakarta: Industri manufaktur di China tidak ada tandingannya. Sampai saat ini belum ada negara yang mampu menandingi sektor manufaktur Negeri Tirai Bambu tersebut.Hal ini dikatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Kongres Teknologi Nasional (KTN) di Kantor BPPT, Jakarta. Bukan tanpa alasan mengapa dirinya mengeluarkan pernyataan seperti itu. Sebab, beberapa perusahaan teknologi dunia sekalipun mengambil bahan manufakturnya dari China."Menurut saya kemungkinan tidak satu pun yang mengalahkan China (di sektor manufaktur). Lelaki diciptakan Tuhan, Perempuan diciptakan Tuhan, nah sisanya diciptakan China," ujarnya dalam acara Kongres Teknologi Nasional (KTN) di Kantor BPPT, Jakarta, Rabu (20/3/2019).Bukan tanpa alasan mengapa dirinya mengeluarkan pernyataan seperti itu. Sebab, beberapa perusahaan teknologi dunia sekalipun mengambil bahan manufakturnya dari China. Sebagai salah satu contohnya adalah produk paling terkenal di dunia yakni Apple. Produk yang amat digandrungi di seluruh dunia lewat iPhone dan iPadnya itu ternyata mengambil perangkat manufaktur dari China. Tak hanya Apple, Siemens yang merupakan perusahaan asal Jerman ini juga mengambil perangkat manufakturnya dari negeri tirai bambu. Bahkan Nokie dan Motorola yang sempat booming beberapa tahun lalu mengambil bahannya dari China"Hampir semua perangkat manufaktur di China. Motorola China , iPad juga manufaktur di China, Nokia Siemens manufaktur China," jelasnya. Oleh karena itu lanjut Arief, seharusnya Indonesia melakukan inovasi yang memiliki identitas sendiri. Maksudnya, boleh saja Indonesia mengembangkan industri akan tetapi harus sesuai dengan khas dari Indonesia."Lalu boleh enggak kita buat manufaktur di China boleh. Tapi masalahnya bisa enggak kita jadi yang terbaik," jelasnyaArief pun mengibaratkan industri ini seperti sebuah perusahaan. Biasanya perusahaan yang tidak memiliki portofolio hasil produknya sendiri akan kalah dengan perusahaan yang memiliki keunikan pada produknya."Kalau di perusahaan. Pasti ditanya portofolio bisnis anda apa ? Enggak punya. Berarti anda enggak punya perusahaan. Kalau dia enggak ada top of mindnya," kata Arief (Mtc/Okz)