MATATELINGA, Medan: Meski Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) penjual premium mulai langka, namun ternyata konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Sumut meningkat. Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, M Roby Hervindo mengungkapkan pada triwulan I tahun 2019, konsumsi premium mencapai 108.100 kl, atau lebih besar dari triwulan I tahun 2018 yang hanya 97.200 kl. Anehnya untuk semua produk pertaseries, seperti pertalite, pertamax, pertamax turbo dan lainnya pada triwulan I tahun 2019, justru menunjukkan penurunan yaitu hanya 329.500 kl. Sedangkan konsumsi triwulan I tahun 2018 mencapai 333.400 kl."Padahal meski harganya lebih murah, menggunakan premium sebenarnya lebih rugi. Melihat jarak tempuh, dengan 1 liter premium, hanya mampu menempuh 11 km. Sementara dengan menggunakan pertalite, bisa menempuh jarak 13 km per liter dan pertamax 14 km per liter," ungkapnya, Kamis (4/4/2019).Di bagian lain, konsumsi solar subsidi pada triwulan I tahun 2019 naik menjadi 251.000 kl dibandingkan triwulan yang sama tahun 2018 yang hanya 226.100 kl. Kemudian solar non subsidi seperti dexlite dan pertamina dex pada triwulan I tahun 2019 justru menurun menjadi 6.500 kl dibandingkan triwulan yang sama 2018 sebesar 11.900 kl. (mtc/amel)