Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Akibat Kedua Negara Tak Mau Mengalah, Imbasnya Wall Street Terkapar

Akibat Kedua Negara Tak Mau Mengalah, Imbasnya Wall Street Terkapar

Redaksi - Rabu, 12 Juni 2019 21:00 WIB
Hand Over
MATATELINGA, Newyork:  Perang dagang AS dengan China,  nampaknya tak mau ngalah perilah kebijakan tarif impor, kedua negara ini siap memberikan kebijakan yang saling balas Bursa saham Amerika Serikat (AS).  Imbasnya,  Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Rabu (12//6/2019)

Selain itu, gerak Wall Street juga dibayangi data ekonomi AS seperti inflasi yang rendah mendukung rencana penurunan suku bunga The Fed (fed fund rate).Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat, imbas masih tingginya tensi perang dagang AS dengan China. AS dan China nampaknya tak mau ngalah perilah kebijakan tarif impor, kedua negara ini siap memberikan kebijakan yang saling balas.

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (12/6/2019), indeks Dow Jones Industrial Average turun 4,04 poin, atau 0,02% ke 26.044,47. Indeks S&P 500 turun 0,91 poin atau 0,03% ke 2.884,81 dan indeks Nasdaq Composite turun 16,34 poin, atau 0,21% ke 7.806,23. Selain itu, gerak Wall Street juga dibayangi data ekonomi AS seperti inflasi yang rendah mendukung rencana penurunan suku bunga The Fed (fed fund rate).Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (12/6/2019), indeks Dow Jones Industrial Average turun 4,04 poin, atau 0,02% ke 26.044,47. Indeks S&P 500 turun 0,91 poin atau 0,03% ke 2.884,81 dan indeks Nasdaq Composite turun 16,34 poin, atau 0,21% ke 7.806,23. Sementara itu, seperti dikutip Antaranews, Presiden Donald Trump membela penggunaan tarif sebagai bagian dari strategi perdagangannya, sementara China bersumpah akan memberikan tanggapan keras jika Amerika Serikat (AS) bersikeras akan meningkatkan ketegangan perdagangan di tengah negosiasi yang sedang berlangsung.

Amerika Serikat memulai pertempuran tarif dengan China pada 2018, meminta perubahan struktural yang luas dari Beijing. Tetapi ketegangan antara Washington dan Beijing meningkat tajam pada Mei setelah pemerintah Trump menuduh China mengingkari janji untuk membuat perubahan ekonomi struktural selama berbulan-bulan pembicaraan perdagangan."Tarif adalah alat negosiasi yang hebat," cuit Trump, satu hari setelah mengatakan dia siap untuk memaksakan putaran lain dari tarif hukuman terhadap China.Pada Senin (10/6/2019), presiden Republiken itu mengatakan dia akan menaikkan tarif impor China lebih lanjut, jika dia tidak dapat membuat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan dengan Presiden China Xi Jinping di KTT G20 akhir bulan ini.Trump telah berulang kali mengatakan dia bersiap-siap untuk bertemu Xi Jinping di KTT G20 di Osaka, Jepang, pada akhir Juni, tetapi China belum mengonfirmasi hal itu.Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang yang lagi tidak tertarik untuk mengkonfirmasi pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump di G20 mengatakan informasi akan dirilis setelah tersedia untuk kementerian luar negeri."China tidak ingin berperang, tetapi kami tidak takut berperang," katanya, seraya menambahkan bahwa pintu China terbuka untuk pembicaraan berdasarkan kesetaraan."Jika Amerika Serikat hanya ingin meningkatkan friksi perdagangan, kami akan dengan tegas menanggapi dan berjuang sampai akhir."

Editor
:
Sumber
: Okezone

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Ekonomi

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Ekonomi

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Ekonomi

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Ekonomi

Tarif Impor Jadi 15%, Perang Dagang Memanas" Apa Penyebabnya

Ekonomi

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga