MATATELINGA, Medan : Baru-baru ini, kalangan petani sawit semakin mengeluh dengan turunnya harga tanda buah segar (TBS) menjadi Rp 600/Kg dari sebelumnya Rp 700/kg. Penurunan ini mulai terjadi sejak pertengahan Juni 2019 lalu.[adx]Menyikapi makin turunnya harga TBS dan semakin mengeluhnya petani sawit di Sumatera Utara, Sugianto Makmur selaku calon legislatif terpilih untuk DPRD Sumatera Utara, Rabu (3/7/2019) mengajak masyarakat untuk mencoba beralih ke tanaman lain selain tanaman sawit. Mungkin bisa dilakukan secara bertahap."Sawit bukanlah tanaman yang ramah lingkungan. Perkebunan monoculture ini hanya menyebabkan perubahan ekosistem yang besar. Kita tidak menyadari dampaknya di kemudian hari. Mungkin hari ini kita masih melihat hijaunya dedaunan tanaman kelapa sawit. Kita tak pernah menyadari dampak dari tanaman sawit ini mengakibatkan berkurangnya hewan dan tanaman endemik lainnya," papar Sugianto.Menjadi suatu peringatan besar bagi kita, lanjut ayah 4 anak ini, tidak ada perubahan di alam yang tidak mempengaruhi elemen lain dalam ekosistem, termasuk kita. Kesanggupan lahan sawit untuk menyimpan air dibandingkan dengan hutan alami, sangat jauh. Malah, kebutuhan air sawit begitu tinggi, sehingga sering lahan menjadi kering. Biarlah sawit menjadi tanaman korporasi dan sebaiknya jangan diperbanyak lagi. "Ada baiknya pemerintah jangan mengajak masyarakat lagi menanam sawit. Begitu banyak tanaman yang bernilai ekonomis lebih baik dari sawit, misalnya tanaman jeruk, salak, manggis, durian, jambu, nenas, jagung serta tanaman lainnya yang jika dikelola dengan baik bisa menghasilkan keuntungan besar bagi petani," tandasnya.Sebenarnya, tambah Sugianto Makmur dampak lain dari pembukaan lahan baru untuk menjadi kebun sawit telah menimbulkan dampak konflik antara manusia dengan harimau, konflik terjadi karena manusia telah masuk ke habitat harimu. Seharusnya konflik ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. Dengan menanam tanaman lain selain sawit, kita ingin lingkungan sekitar kita lebih sehat dan terjaga kelestariannya.[adx]"Sekarang saatnya kita mulai mengubah pola pikir untuk beralih ke tanaman lain selain sawit. Selain bisa mewariskan Oksigen yang bersih kepada anak cucu, kita juga mewariskan tanaman yang menghasilkan dan memberi keuntungan," kata Sugianto Makmur.