Matatelinga - Jakarta, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tajam karena pidato Gubernur Bank Sentral AS, The Federal Reserve, Janet Yellen. Dalam pidatonya, Yellen mengatakan pengangguran yang masih tinggi, membuat the Fed menunda pemangkasan stimulus.Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (1/4/2014), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 91 poin atau 0,81 persen ke Rp11.270 per USD. Adapun pergerakan Rupiah pagi ini, berada di kisaran Rp11.267-Rp11.320 per USD.Dolar AS tetap melemah, dan mengalami penurunan dua hari terhadap euro setelah Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengatakan ekonomi terbesar dunia masih membutuhkan stimulus moneter untuk beberapa waktu. Padahal, pada pidato pertamanya, Yellen berencana untuk menaikkan suku bunga karena ekonomi AS sudah menguat.Ucapan Yellen kemarin di sebuah konferensi Chicago, seperti April Mob, karena the Fed merasa belum mendorong ekonomi, karena pengangguran cukup tinggi, bahkan setelah suku bunga mendekati nol selama lebih dari lima tahun dan memompa neraca dengan stimulus pembelian obligasi .Dolar AS melemah ke USD1,3774 per euro setelah jatuh 0,2 persen dalam dua hari sebelumnya USD1,3769 per euro di New York. Sementara terhadap yen Jepang, sedikit berubah setelah naik 0,4 persen kemarin. Euro diperdagangkan di 142,17 per euro setelah naik 0,5 persen menjadi 142,13 per euro di New York. Bloomberg Correlation-Weighted Indexes mencatat dolar AS jatuh 0,9 persen dalam tiga bulan terakhir terhadap sembilan mata uang negara berkembang lainnya. Sementara euro turun 0,8 persen, dan yen menguat 1,3 persen.(KNIA/Okz)