Matatelinga - Jakarta, Generasi penerus yang sekarang berusia 18-33 tahun berambisi menjadi miliarder. Generasi yang sering disebut millenials ini juga dikenal sebagai pejuang tangguh dalam mencari uang.Pasalnya, generasi ini dibebankan tingginya biaya sekolah, karirnya yang terhambat tingginya pengangguran. Mereka juga kesulitan membeli rumah atau menikah karena kurangnya tabungan atau investasi."Generasi millenial di zaman modern ini menghadapi tantangan yang lebih sukar. Mereka harus membayar biaya sekolah yang mahal. Belum lagi masalah kemiskinan dan pengangguran yang menurunkan level kekayaan dan pendapatan mereka dari dua generasi pendahulu langsung mereka," mengutip laporan Pew Research dari CNBC, Jakarta, Rabu (2/4/2014).Mereka juga telah digambarkan sebagai generasi yang memiliki idealis tinggi. Generasi ini juga menilai kebahagiaan dan status sosial berdasarkan materi.Sebuah laporan dari The Shullman Research Center, berjudul "Millionaires Have Their Own Generation Gap" menemukan 23 persen miliuner saat ini adalah milenial. Itu setengah dari banyaknya boomers, tapi angka tersebut beberapa lebih tua dari Generasi X, di mana terhitung hanya ada 4 juta milianer.Milennial juga menghabiskan banyak pengeluaran. Survei menemukan 82 persen milenial berencana menghabiskan untuk kemewahan. Mereka juga optimistis mengenai ekonomi dan mereka berpikir jernih mengenai tujuan untuk menjadi kaya. Sebanyak 49 persen dari mereka mengatakan ingin menjadi kaya."Milenial ingin tetap mandiri secara finansial, untuk bersenang-senang, dan untuk menjadi kaya," kata laporan itu.Mereka juga tampaknya tidak menderita kesulitan. Sepenuhnya 84 persen dari mereka yang puas dengan situasi keuangan pribadi mereka, dibandingkan dengan 63 persen untuk Generasi X dan 72 persen untuk boomers. Dan 91 persen dari jutawan milenium mengatakan mereka akan lebih baik secara finansial dalam 12 bulan.(KNIA/Okz)