MATATELINGA, New York: Setelah pertumbuhan lapangan kerja di September 2019. Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street melonjak pada akhir perdagangan Jum'at. Hal ini menjadi sentimen positif usai rentetan data ekonomi yang suram selama pelaporan di minggu ini.[adx]Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan nonfarm payrolls meningkat 136.000 dibandingkan bulan lalu. Tingkat pengangguran juga turun ke level terendah selama 50 tahun, hanya saja gaji di manufaktur turun untuk pertama kalinya dalam enam bulan."Ini semacam laporan Goldilocks, tidak cukup kuat merubah apapun seperti ketika Federal Reserve melakukan pemotongan suku bunga pada akhir Oktober nanti. Tetapi itu tidak cukup lemah untuk membuat Anda khawatir tentang pasar tenaga kerja atau konsumen," kata Kepala Strategi Investasi Citi Personal Wealth Management Shawn Snyder, dilansir oleh wartawan, Sabtu (5/10/2019).Dia mengatakan, prediksi The Fed akan memangkas suku bunga telah ramai diperbincangkan di minggu ini, setelah kontraksi dramatis dalam Industri manufaktur AS. Di mana terjadi penurunan aktivitas di sektor jasa yang menunjukan meluasnya dampak perang dagang AS-China.Investor melihat peluang bank sentral menurunkan suku bunganya hingga 77,5%. Sebelumnya The Fed memangkas suku bunga di September untuk kedua kalinya pada tahun ini.Sementara itu, menguatnya Wall Street ditopang juga menguatnya saham perusahaan teknologi. Saham Apple Inc naik 2,8%, setelah sebuah laporan menunjukkan perusahaan akan meningkatkan produksi model iPhone 1.[adx]Dow Jones Industrial Average melonjak 1,42% menjadi ditutup pada 26.573,72 poin. Sementara S&P 500 juga melonjak 1,42%, berakhir pada 2.952,01 dan Nasdaq Composite menambahkan 1,4% menjadi berakhir pada 7.982,47.(Mtc/Okz)