Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pergerakan IHSG Pekan ini akan berada di support 5.997-5.900

Pergerakan IHSG Pekan ini akan berada di support 5.997-5.900

Redaksi - Minggu, 06 Oktober 2019 19:54 WIB
Google
ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta:  Pengamat pasar modal, Hans Kwee mengatakan, pergerakan IHSG pekan ini akan berada di support 5.997-5.900. "Untuk resistance di level 6.154 sampai 6.200," ujarnya dalam keterangan, Minggu (6/10/2019).

[adx]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi menguat dalam sepekan depan. Pasalnya, sentiment global masih menjadi penentu pergerakan IHSG seminggu ke depan.

Dirinya menjabarkan, pekan depan ada beberapa sentiment yang mempengaruhi pasar. Salah satunya meningkatnya prediksi penurunan suku bunga The Fed di Oktober dari 77% ke 93,5%. Hal ini tidak lepas dari data Automatic Data Processing yang kurang baik dan Indeks sektor jasa ISM juga turun ke 52,6 pada September dari 56,4 di bulan sebelumnya.

Indeks ketenagakerjaan juga merosot ke posisi 50,4 dari 53,1 pada Agustus, terlemah sejak Februari 2014.Laporan sektor manufaktur AS jugamemperlihatkan penurunan tajam indeks PMI ke level terendah dalam lebih dari 10 tahun.

[adx]

"Kurang baiknya data ekonomi Amerika berpeluang membawa Negara tersebut masuk ke resesi," ujarnya.

Menurut consensus bloomberg kemungkinan A.S mengalami resesi sebesar 35%. Hal ini membuka harapan The Fed melakukan penurunan suku bunga di bulan Oktober.

Sementara itu, isu perang dagang masih akan menjadi perhatian pasar mengingat proses negosiasi perdagangan AS dan China akan kembali dilanjutkan pada 10 – 11 Oktober di Washington. Di mana Wakil Perdana Menteri China Liu He akan menjadi salah satu yang didelegasikan dari Beijing. Ada harapan terjadi kesepakatan tentatif dapat dicapai pada akhir tahun ini mengingat Donald Trump mungkin akan berusaha menghindarkan ekonomi AS jatuh ke resesi apalagi tahun depan adalah tahun pemilu.

[adx]

Selain itu, melebarnya perang dagang ke Uni Eropa setelah WTO menetapkan adanya subsidi beberapa produk yang di hasilkan. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintah AS akan memberlakukan tarif impor bagi produk asal Uni Eropa senilai USD7,5 miliar. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) telah menyetujui tarif AS sebesar 10% terhadap pesawat Airbus buatan Eropa, dan 25% atas berbagai barang mulai dari anggur Prancis hingga wiski Scotch.

"Namun kami menilai daftar detail produk yang terkena imbas menunjukkan dampak ekonomi yang minimal sehingga tidak membuat penurunan pasar yang sangat dalam. Tetapi melebarnya perang dagang tentu menjadi hal yang mengkawatirkan," akunya.

Editor
:
Sumber
: Google

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Menaker Tekankan Penguatan Kerja Sama Ketenagakerjaan

Ekonomi

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Ekonomi

Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan, Kemnaker Teken MoU dengan Wadhwani dan Indosat

Ekonomi

Tangkap Geliat Pasar EV, Kemnaker Siapkan SDM Terampil untuk Sektor Green Jobs

Ekonomi

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Ekonomi

Pemprov Sumut Siap Dukung Penuh Suksesnya Sensus Ekonomi 2026