Matatelinga - Singapura, Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap euro, dengan rally tiga mingguan. Investor menanti pertemuan bank sentral AS dalam Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee).Presiden the Federal Reserve Bank of St Louis, James Bullard, dijadwalkan akan memberikan pidato hari ini. Akibatnya, banyak hedge fund meningkatkan taruhan bearish mereka pada mata uang AS ke level yang paling dalam, dalam hampir empat tahunan pekan lalu. Namun, spekulasi tersebut malah berbalik dalam beberapa hari belakangan. Sementara yen Jepang tetap mempertahankan keuntungan terhadap dolar AS, karena Bank of Japan akan memulai pertemuan kebijakan pertama sejak negara tersebut menaikkan pajak penjualan pada 1 April."FOMC minutes bisa menambahkan sedikit warna yang lebih hawkish pada beberapa individu berpikir," kata ahli strategi pasar di Westpac Banking Corp, Imre Speizer, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (7/4/2014)."Ketika positioning sangat pendek, bagi saya itu adalah sinyal bahwa ada risiko yang lebih bahwa mereka membeli kembali apa yang sudah keluar," tambah dia.Dolar berada di USD1,3702 per euro di Tokyo setelah naik 0,3 persen pekan lalu dengan level tertinggi USD1,3705 per euro. Yen sedikit berubah pada 103,34 per USD setelah naik 0,6 persen pada akhir pekan. Yen diperdagangkan di 141,61 per euro setelah melompat 0,7 persen pada akhir pekan lalu ke 141,54.The Fed akan merilis pada FOMC pada pertemuan 18-19 Maret, dimana pada pertemuan pertamanya, Gubernur the Fed Janet Yallen berencana mengurangi laju bulanan pembelian obligasi sebesar USD10 miliar menjadi USD55 miliar.(KNIA/Okz)